TPT di Kabupaten Cirebon Tahun Lalu Turun 6,74 Persen

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Cirebon tahun 2024 sebesar 6,74 persen atau 84.990 orang. 

TPT di Kabupaten Cirebon Tahun Lalu Turun 6,74 Persen
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Agus Susanto mengatakan, angka tersebut turun sebesar 0,91 persen poin dibandingkan tahun 2023 sebesar 7,65 persen atau 91.270 orang. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Cirebon tahun 2024 sebesar 6,74 persen atau 84.990 orang. 

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Agus Susanto mengatakan, angka tersebut turun sebesar 0,91 persen poin dibandingkan tahun 2023 sebesar 7,65 persen atau 91.270 orang.

Menurutnya, jika dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, Tahun kemarin TPT dari tamatan Diploma I/II/III merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 24,73 persen.

Sementara TPT yang paling rendah adalah pada pendidikan Universitas, yaitu sebesar 1,30 persen. Dibandingkan Tahun 2023, TPT yang mengalami kenaikan terbesar adalah pada jenjang pendidikan Diploma I/II/III yaitu sebesar 13,28 persen poin.

"Penurunan TPT terbesar terjadi pada kategori pendidikan Sekolah Menengah Umum yaitu sebesar 4,99 persen poin," jelasnya, Senin 10 November 2025.

Agus mengungkapkan, saat ini jumlah angkatan kerja pada tahun 2024 sebanyak 1.261.780 orang, naik 69.420 ribu orang dibanding tahun 2023 sebanyak 1.192.360 orang.  Sementara, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 3,11 persen poin dari 66,16 persen menjadi 69,27 persen.

"Saat ini Penduduk Kabupaten Cirebon yang bekerja sebanyak 1.176.780 orang, naik sebanyak 75.690 orang dari tahun 2023 sebanyak 1.101.090 orang," kata Agus.

Dia menilai, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah lapangan pekerjaan sektor jasa yakni, 53.210 orang. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terendah yaitu sektor Pertanian 4.060 orang.

"Sebanyak 518.900 orang atau 44,09 persen bekerja pada kegiatan formal, naik sebanyak 57.450 orang jika dibandingkan tahun 2023," ungkapnya.

Saat ini, data pencari kerja (pencaker) di Disnaker hingga Oktober 2025 sebanyak 29.210 orang, dengan penempatan tenaga kerja 19.924 orang. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua. Penempatan kerja di dalam dan luar negeri. Sementara sisanya belum mendapat pekerjaan.

"Yang dalam negeri terdiri dari 11.287 orang. Sementara mereka yang bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI)  sebanyak 8.007 orang," paparnya.

Agus melanjutkan, hingga tahun 2024 terdapat 748 perusahaan aktif yang mempekerjakan sebanyak 60.337 karyawan. Tren penyerapan tenaga kerja pun mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir, tergantung kebutuhan industri.

Misalnya, pada tahun 2021: 9.765 tenaga kerja, tahun 2022: 16.972 tenaga kerja. Kemudian, pada tahun 2023: 7.509 tenaga kerja, selanjutnya di 2024: 13.951 tenaga kerja. "Artinya, penyerapan tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh kehadiran dan ekspansi perusahaan baru," jelasnya.

Contohnya pada tahun 2022, penyerapan tenaga kerja meningkat signifikan menjadi 16.972 orang. Salah satu penyebabnya adalah mulai beroperasinya perusahaan besar seperti PT Longrich Indonesia.

"Sementara itu, hingga Juli 2025, PT Longrich Indonesia tercatat telah menyerap sebanyak 34.867 karyawan, sebagai salah satu kontributor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja," kata Agus.

Agus menambahkan, berdasarkan data Disnaker, jumlah pencari kerja (pencaker) di tahun 2024 tercatat sebanyak 30.917 orang. Dari jumlah tersebut, lowongan kerja yang tersedia untuk 16.272 orang.

"Sementara penempatan kerja tahun lalu untuk dalam negeri sebanyak, 16.322 orang, sedangkan penempatan luar negeri sebanyak 11.420 orang. Totalnya yang kerja di dalam negeri dan luar negeri ada 27.742 orang," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani