Tradisi Nadran, Menyambung Doa dan Ingatan Menjelang Ramadan
Menjelang Ramadan, suasana khidmat terasa di TPU Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari. Sejumlah pengunjung menjalankan tradisi nadran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang Ramadan, suasana khidmat terasa di TPU Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari. Sejumlah pengunjung menjalankan tradisi nadran.
Sejumlah peziarah tampak khusyuk memanjatkan doa di TPU yang berada di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung itu. Di antara mereka, Iwan Hermawan (47) bersama tiga adik perempuannya, adik ipar, serta anak-anak dan keponakan menjalani tradisi nadran atau ziarah kubur ke makam kedua orang tua mereka.
Ziarah tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi keluarga besar Iwan, nadran menjadi ruang untuk menyambung doa, menautkan ingatan, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keluarga yang diwariskan lintas generasi.
Anak-anak Iwan dan anak-anak dari adik-adik perempuannya turut hadir, berziarah ke makam kakek-nenek mereka yang dimakamkan di pemakaman umum yang sama.
“Setiap menjelang Ramadan, kami sekeluarga biasanya selalu datang berziarah ke makam orang tua. Tapi sebenarnya, di luar bulan Ramadan pun kami sering ke sini,” kata Iwan saat ditemui di sela-sela ziarah, Senin 9 Februari 2026.
Menurutnya, nadran memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan jasa kedua orang tua. Dari merekalah, kata Iwan, anak-anak dibesarkan dengan penuh kasih, dirawat hingga dewasa, dan didorong menjadi pribadi yang mandiri.
“Ziarah kubur ini mengingatkan kami dari mana kami berasal. Ada doa dan rasa syukur yang tak pernah putus,” ujarnya.
Lebih dari itu, Iwan menekankan pentingnya melibatkan anak-anak dalam tradisi ini. Ia berharap kebiasaan baik tersebut dapat terus hidup dan diteruskan oleh generasi berikutnya. “Kami ingin anak-anak dan cucu-cucu terbiasa. Supaya kelak, tradisi yang baik ini bisa mereka lanjutkan kepada anak-anak mereka,” katanya.
Di tengah kesibukan dan perubahan zaman, tradisi nadran yang dijalani keluarga Iwan menjadi cermin kuatnya nilai kekeluargaan.
Editor : Doni Ramdhani

