Tren Baru Pengguna Narkotika, BNN Memburu Peredaran Liquid Vape

BNN tengah memburu peredaran liquid vape atau cairan rokok eletrik yang saat ini tengah menjadi tren para pengguna narkotika.

Tren Baru Pengguna Narkotika, BNN Memburu Peredaran Liquid Vape
istimewa/net

INILAHKORAN.ID - BNN tengah memburu peredaran Liquid Vape atau cairan rokok eletrik yang saat ini tengah menjadi tren para pengguna narkotika.

Kepala BNN Jawa Barat, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, menjelaskan jika para pemasok atau bandar narkoba menjajakan cairan tersebut, dengan cara menyisipkan zat narkotika jenis etomidat dan THC  (Tetrahydrocannabinol) cair ke dalam kemasan isi ulang vape.

“Penggunaan vape saat ini telah menjadi gaya hidup pengganti rokok konvensional di kalangan anak muda. Celah inilah yang dimanfaatkan jaringan narkoba. Mereka mengisi liquid dengan zat etomidat dan THC,” ujar Sulistyo Pudjo, Selasa (7/4/2026).

Adapun cairan etomidat merupakan obat medis yang bersifat relaksan kuat, namun disalahgunakan sebagai narkotika. Sementara itu, THC cair merupakan konsentrat aktif dari tanaman ganja yang memiliki efek halusinogen tinggi.

Dari penelusuran BNN satu botol cairan berisi etomidat atau THC cair ukuran 20 cc, harga di pasar gelap bisa mencapai Rp3 juta. Pudjo mengatakan deteksi pengguna cairan tersebut sangat sulit terdeteksi.

“Jika seseorang menggunakan vape di tempat nongkrong, akan sangat sulit bagi orang awam maupun petugas untuk membedakan mana liquid biasa dan mana yang mengandung narkotika,” tegasnya.

Hingga saat ini, BNN Jawa Barat masih mendalami asal-usul produksi cairan haram tersebut, apakah diproduksi di laboratorium dalam negeri atau diselundupkan dari luar negeri.***


Editor : JakaPermana