Triwulan III 2021, Laba Bersih BJB Tumbuh 17,5 Persen
Hingga triwulan III 2021, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) terus tumbuh. Laba bersih dibukukan Rp1,4 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Hingga triwulan III 2021, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) terus tumbuh positif. Laba bersih yang dibukukan perseroan mencapai Rp1,4 triliun.
Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan sepanjang 2021 ini membuktikan BJB sanggup mempertahankan kinerja positif di tahun kedua pandemi Covid-19.
Menurutnya, fakta itu pun menunjukkan perusahaan relatif adaptif dan agile menghadapi berbagai perubahan dan tantangan. Kelenturan dan adaptabilitas perseroan ini tidak terlepas dari kecakapan pengelola dalam menerjemahkan prinsip tata kelola yang baik dan visi pertumbuhan berkelanjutan melalui langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi.
“Berdasarkan catatan resmi perseroan, BJB berhasil membubuhkan laba bersih Rp1,4 triliun atau tumbuh 17,5% (yoy). Total nilai aset yang dimiliki BJB pun tumbuh sebesar 7,9% (yoy) menjadi Rp159,3 triliun,” kata Yuddy Renaldi saat Analyst Meeting Triwulan III 2021 dan Public Expose BJB 2021, Selasa 26 Oktober 2021.
Baca Juga: Foto: BJB Analyst Meeting Q3 2021
Yuddy Renaldi menuturkan, kinerja positif perusahaan tersrbut merupakan bekal penting bagi BJB dalam menjaga ritme ekspansi yang terus melangkah maju. Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan citra positif perusahaan yang senantiasa terjaga dengan baik seiring dengan semakin bertumbuh besarnya harapan publik terhadap BJB sebagai mitra usaha untuk berkembang dan bertumbuh bersama.
Di sektor kredit, yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba tumbuh 6,9% (yoy), berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional data per Juli 2021 yaitu sebesar 2,21%. Total, jumlah kredit yang disalurkan mencapai sebesar Rp95,1 triliun.
Tingkat risiko pun dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (NPL) di angka 1,3%. Angka tersebut jauh dari angka rata-rata NPL bank nasional berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021 yakni 3,35%.
Baca Juga: BJB Raih The Best Financial Performance Bank TFA 2021
“Catatan positif yang berhasil dicatatkan BJB ini seiring sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang bergerak positif. Kendati situasi pandemi masih menunjukkan ketidakpastian, BJB dengan gerak cepat melalui serangkaian strategi inovasi sanggup mengonversi tantangan yang dihadapi dalam segala lini usaha menjadi peluang untuk tetap bertumbuh,” jelas Yuddy Renaldi.
Yuddy Renaldi menambahkan, tren yang menggembirakan ini juga tidak lepas dari soliditas internal dan kerja sama yang berorientasi kemitraan dengan semanagat untuk bertumbuh maju bersama para mitra sehingga kepercayaan publik terhadap BJB semakin menguat beriringan dengan pertumbuhan usaha.
Di samping kinerja secara finansial, BJB juga concern terhadap bisnis yang berkelanjutan dengan senantiasa memperhatikan aspek-aspek environment, social, dan governance. Mengacu pada POJK 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik juga sebagai salah satu Indonesia First Movers on Sustainable Banking, BJB berkomitmen untuk melangkah satu demi satu untuk menjadi perbankan yang sustainable.
Baca Juga: Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar
Dari aspek pembiayaan, BJB memiliki portofolio berkelanjutan yang disalurkan pada sektor UMKM, transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, pencegahan polusi, dan sektor berkelanjutan lainnya. Dari sisi inklusi, BJB memiliki program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (Pesat) yang merupakan pusat dari pembentukan wirausaha baru.
Selain itu, di masa pandemi kegiatan sosial pun gencar dilakukan baik untuk penghimpunan dana di lingkungan pegawai untuk disalurkan melalui kegiatan sosial maupun vaksinasi yang sampai dengan saat ini 93% pegawai telah di vaksinasi. BJB juga mendorong pengurangan penggunaan kertas baik lingkungan bank sendiri maupun pemerintahan daerah sebagai mitra strategis melalui penyediaan berbagai aplikasi seperti Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online dan pembayaran pajak secara elektronik.
“Secara tata kelola, BJB saat ini menuju standar ISO 37001 SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan), memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi yang bekerjasama dengan KPK sejak 2011, WBS (Whistle Blowing System) yang dapat diakses publik via website dan Fraud Detection System,” sebut Yuddy Renaldi.***(dnr)
Editor : inilahkoran


