Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Asep Arwin Kotsara mengapresiasi dan mendukung penuh Bank bjb,

Lahirkan BJB Sekuritas, Ini Harapan DPRD Jabar
gedung dprd jawa barat

INILAH, Bandung – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Asep Arwin Kotsara mengapresiasi dan mendukung penuh Bank bjb, yang baru saja melahirkan lini usaha baru yakni PT. BJB Sekuritas Jawa Barat guna meningkatkan pendapatannya, serta tentu saja akan mendongkrak pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia menilai, hadirnya anak perusahaan tersebut merupakan terobosan baru dan bukti kecerdikan Bank bjb dalam melihat peluang. Sebab sejauh ini kata dia, dalam skala nasional baru Bank bjb selaku aset daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang serius terjun dalam dunia investasi. Sementara daerah lain, dengan BUMD-nya belum ada yang melakukan hal serupa yakni membuat anak perusahaan bergerak di bidang investasi secara fokus.

“Hadirnya BJB Sekuritas merupakan Perusahaan Efek Daerah (PED). Secara nasional, Bank bjb satu-satunya perusahaan aset daerah yang membuat terobosan baru ini, dengan membuat anak perusahaan yang fokus pada investasi.  Disini kita melihat, bagaimana Bank bjb melihat peluang akan animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap sektor investasi. Bagi kami, selaku DPRD Jabar dan Komisi III melihat ini sebagai langkah yang positif dan bagus dilakukan Bank bjb dalam mengembangkan bisnisnya,” ujar Arwin kepada INILAH, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Maksimalkan Aset Guna Dongkrak PAD

Menilik perkembangan sektor investasi di Jawa Barat selama empat tahun terakhir, Arwin mengaku optimistis BJB Sekuritas dapat melaju pesat. Sebab bahkan di tengah pandemi Covid-19 sekalipun kata dia, investasi tetap tumbuh signifikan seakan tidak terpengaruh akan dampak global yang timbul, sementara sektor lain bertumbangan.

“Berdasarkan survey, dari 2018 jumlah investor sekitar 134 ribu orang. 2019 bertambah menjadi 177 ribu orang. Kemudian 2020, saat pandemi tetap ada penambahan sekitar 101 ribu orang. Terakhir, di akhir Juni 2021 bertambah kurang lebih sekitar 151 ribu orang. Itu investor baru semua. Artinya memang kondisi pandemi, sektor investasi ini sangat menjanjikan. Inilah peluang yang ditangkap Bank bjb untuk membuat perusahaan baru dibawah dia, yaitu BJB Sekuritas. Untuk mengakomodir jumlah investasi yang besar itu di Jawa Barat,” ucapnya.

Dia berharap, hadirnya BJB Sekuritas kian memantapkan Bank bjb sebagai BUMD raksasa secara nasional sekaligus penyumbang deviden terbesar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara konsisten dalam pengembangan dan pembangunan daerah, demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Pemulihan Dampak Pandemi di Sektor Pertanian

“Terus terang, kita akui dampak pandemi agak kelimpungan. 2020, APBD kita minus Rp 5 triliun. Kemudian 2021 juga sama. Total minus dalam dua tahun ini sekitar Rp 10 triliun. Makanya banyak anggaran di cut atau di refocussing. Kita harap, dari terobosan Bank bjb ini dapat menambah PAD bagi Jawa Barat. Apalagi sejauh ini, mitra Komisi III ini ada hampir 40 BUMD baik sektor keuangan, maupun non keuangan dan Bank bjb yang dengan keuangan bagus, profit bagus dan memberikan deviden tertinggi untuk Pemerintah Provinsi, dalam pembangunan daerah,” harapnya.

Kendati demikian, Arwin meminta baik BUMD seperti Bank bjb maupun Pemprov agar dapat menjalin komunikasi yang baik ketika mencetuskan terobosan kepada legislatif, khususnya Komisi III selaku mitra kerja yang berfungsi sebagai badan pengawas anggaran. Sebab kata dia, ketika membuat lini usaha baru selalu ada penyertaan modal yang bersumber dari APBD.

“Kita mah setuju, sepakat dengan adanya anak perusahaan baru ini. Tetapi kami meminta, agar diinformasikan. Bangun komunikasi yang baik. Kami tidak ingin diundang, tetapi minimal diinformasikan. Sebab seperti buka sayap baru kayak BJB Sekuritas ini, biasanya butuh penyertaan modal. Sementara dalam penyertaan modal ini, kami berfungsi sebagai pengawas anggaran,” kata Arwin.

Baca Juga: DPRD Jabar Terima Audiensi Guru honorer, Mereka Mempertanyakan Regulasi PPPK

Dia pun berharap, ini dapat menjadi bahan evaluasi baik bagi Pemprov maupun BUMD agar tidak terulang di kemudian hari. Selain memantapkan kolaborasi, sekaligus mematangkan perencanaan guna membangun BUMD yang produktif dan baik guna menunjang kebutuhan pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Mohon ini dapat jadi bahan evaluasi bagi Pemprov dan BUMD, diharapkan ketika mitra melakukan pengembangan sayap seperti ini, ajak ngobrol dulu, planning dan lain-lain. Seolah-olah tidak ada kolaborasi antara Pemprov dengan DPRD dalam membangun BUMD. Kayaknya Biro BUMD yang membawahi BUMD juga tidak tahu dengan adanya anak perusahaan BJB Sekuritas ini,” harapnya.

Sementara di lain pihak, Raden Orchide Damanugraha (35) selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bandung mengatakan, hadirnya BJB Sekuritas memudahkan opsinya dalam mengamankan aset sekaligus belajar berinvestasi. Terlebih dia sudah cukup lama menjadi nasabah tetap Bank bjb, dengan sejumlah produk yang dia ikuti.

Baca Juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Perhatikan Sektor Ketahanan Pangan

“Ini sangat bagus bagi kami sebagai ASN dan saya secara pribadi, karena dapat memudahkan dalam belajar berinvestasi. Apalagi BJB Sekuritas ini adalah anak perusahaan Bank bjb, yang merupakan BUMD Jawa Barat dan sudah terpercaya. Ini pun akan menjadi bahan pertimbangan saya dalam berinvestasi jangka panjang, selain dari yang sudah saya terapkan saat ini,” ujarnya.

Dia pun berharap, BJB Sekuritas dapat berjalan lancar dan berkembang dalam mendulang investor sebanyak mungkin yang ada di Jawa Barat. Selain ASN, sebagai ceruk pasar potensial untuk menjadi investor pasar modal. Mengingat sudah cukup banyak masyarakat di kota besar Jabar yang melek investasi di pasar modal.

“Saya berharap, BJB Sekuritas ini dapat berkembang. Apalagi kalau kita lihat, potensinya sangat besar. Selain ASN yang sudah menjadi nasabah tetap, tetapi juga ada peluang yang enggak kalah besar. Yaitu masyarakat menengah keatas, yang sudah terjun dalam dunia investasi. Ini dapat jadi pasar baru untuk diraih BJB Sekuritas,” ucapnya.*** (Yuliantono)


Editor : inilahkoran