Trotoar yang Baru Rampung Malah Digunakan Pengendara Motor, Begini Kata Warga KBB

Di kawasan Padalarang, KBB, trotoar yang baru rampung malah digunakan pengendara motor. Padahal, temoat pejalan kaki itu tak lama dibereskan.

Trotoar yang Baru Rampung Malah Digunakan Pengendara Motor, Begini Kata Warga KBB
Pantauan di lapangan, trotoar yang baru rampung malah digunakan pengendara motor itu justru dimanfaatkan saat terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Padalarang, KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Di kawasan Padalarang, KBB, trotoar yang baru rampung malah digunakan pengendara motor. Padahal, temoat pejalan kaki itu tak lama dibereskan.

Namun, trotoar yang baru rampung malah digunakan pengendara motor itu saat ini terjadi seperti hal yang lumrah terjadi. Tak sedikit aksi pengguna motor yang melintasi KBB melajukan kendaraannya di atas pedestrian yang notabene untuk pejalan kaki tersebut.

Pantauan di lapangan, trotoar yang baru rampung malah digunakan pengendara motor itu justru dimanfaatkan saat terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Padalarang, KBB.

Melihat hal tersebut, warga KBB menyesalkan sikap sejumlah pengendara yang kerap menggunakan trotoar untuk menghindari kemacetan. 

Padahal trotoar baru selesai dibangun bukan sekadar menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki, namun juga mempercantik wajah Kota Padalarang.

"Kalau dulu, sebelum trotoar dibangun banyak yang protes dan bilang trotoar di Padalarang jelek membuat kumuh," ungkap salah seorang warga Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, KBB, Halim (55) saat ditemui, Rabu 9 Agustus 2023.

"Tapi sekarang setelah diperbaiki malah sampai dibangun ulang,  eh dijadikan jalan oleh pemotor. Pastinya ya rusak lagi," ujarnya.

Halim menuturkan, para pemotor yang nekat melindas di trotoar tersebut belum paham soal tata cara berlalulintas. Padahal, semestinya trotoar khusus digunakan untuk pejalan kaki dan bukan untuk kendaraan.

"Saya berharap ada tindakan tegas dari aparat, baik kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub) KBB," ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani