Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon

Presiden AS Donald Trump mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk segera menarik mundur pasukannya dari wilayah Suriah dan Lebanon

Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

INILAHKORAN.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan telah mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk segera menarik mundur pasukannya dari wilayah Suriah dan Lebanon.

Berdasarkan laporan media Axios pada Selasa (14/7/2026) dari pejabat AS dan Israel, Trump memperingatkan bahwa kehadiran militer Israel di Suriah justru memicu ketegangan regional yang berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Menanggapi desakan tersebut, kantor PM Netanyahu merilis pernyataan resmi bahwa Israel tetap pada pendiriannya terkait aspek pertahanan perbatasan.

"Perdana Menteri, di pihaknya, menyampaikan perlunya zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel," tulis pernyataan resmi kantor Netanyahu, seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026).

Komunikasi via telepon antara kedua pemimpin negara tersebut dilaporkan terjadi hanya selang sehari setelah Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa.

Pemerintahan AS di bawah komando Trump diketahui telah berupaya selama berbulan-bulan untuk menengahi perjanjian keamanan baru antara Israel dan Suriah. Langkah diplomasi ini menjadi krusial setelah wilayah Suriah selatan terus diguncang gelombang protes warga sipil atas kehadiran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang kerap berujung pada bentrokan fisik.

Di sisi lain, kebijakan luar negeri Israel tampaknya masih berjalan di arah yang berbeda. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bersama PM Netanyahu menegaskan bahwa penempatan pasukan di zona penyangga—baik di Lebanon, Suriah, maupun Jalur Gaza—merupakan bagian dari doktrin keamanan baru mereka.

Doktrin tersebut diklaim sebagai langkah preventif mutlak guna mencegah penyusupan kelompok militan ke wilayah teritorial Israel, berkaca pada tragedi serangan lintas batas yang terjadi pada 7 Oktober 2023 silam.


Editor : Ahmad Sayuti