Tujuh Calon Anggota PPK di Kabupaten Bandung Terancam Dicoret KPU
Berdasarkan temuan Bawaslu Kabupaten Bandung, tujuh calon anggota PPK yang tengah menjalani seleksi untuk Pilbup Bandung 2020 diduga berafiliasi ke parpol. KPU pun akan segera mengkaji.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung - Berdasarkan temuan Bawaslu Kabupaten Bandung, tujuh calon anggota PPK yang tengah menjalani seleksi untuk Pilbup Bandung 2020 diduga berafiliasi ke parpol. KPU pun akan segera mengkaji.
Komisioner KPU Kabupaten Bandung Supriatna mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan panitia seleksi untuk memuluskan pencarian nama 7 orang calon anggota PPK yang dinilai bermasalah itu. Pasalnya, KPU Kabupaten Bandung baru menyelesaikan tahapan wawancara untuk seleksi calon anggota PPK.
"Maka dari itu kami akan komunikasikan dulu. Apalagi kemarin kan saat seleksi ada pembagian tim," kata Supriatna, Selasa (11/2/2020).
Menurut Supriatna, temuan Bawaslu Kabupaten Bandung tersebut cukup berharga bagi KPU Kabupaten Bandung. Sebab, temuan tersebut dianggap sebagai saran dan kritik.
"Pada prinsipnya mengawal pelaksanaan pemilu itu termasuk menentukan unsur penyelenggaranya adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Dikatakan Supriatna, jika setelah dilakukan kajian dan ditemukan ada pelanggaran, maka tujuh nama calon anggota PPK itu akan dicoret oleh KPU Kabupaten Bandung. Namun jika mereka dinyatakan sudah tidak aktif di parpol selama lebih dari lima tahun maka masih diperbolehkan mendaftar sebagai calon PPK.
Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Bandung menemukan adanya tujuh calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilbup Bandung 2020 yang tengah menjalani seleksi berafiliasi dengan partai politik.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Hedi Ardia mengatakan penemuan tujuh calon PPK itu karena namanya ada di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang menjadi rujukan KPU untuk verifikasi peserta pemilu.
"Atas hal ini Bawaslu Kabupaten Bandung merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Bandung agar mempertimbangkan mereka (7 orang) dipilih jadi penyelenggara Pilkada," kata Hedi. (rd dani r nugraha).
Editor : Bsafaat

