Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologis Keracunan Siswanya

Sebanyak 45 siswa dan warga SDN 2 Cipeundeuy KBB mengalami gangguan kesehatan. Sekolah menerapkan PJJ, penyebab masih menunggu investigasi.

Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologis Keracunan Siswanya
Kepala SDN 2 Cipeundeuy ungkap kronologis keracunan puluhan siswa dan warga yang diduga akibat menu MBG.

INILAHKORAN.ID – Kasus keracunan massal puluhan siswa dan warga SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini belum terungkap sepenuhnya. 

Pihak sekolah pun menguraikan kronologi terjadinya gejala yang bermula secara bertahap mulai Kamis pekan lalu. Kepala SDN 2 Cipeundeuy, Ratna Susilowati menjelaskan awal mula kejadian yang pertama kali terdeteksi pada Kamis (10/9/2026) siang. Saat itu, dua siswa tercatat mengalami keluhan berbeda, satu anak muntah di lingkungan sekolah, sementara temannya mengalami diare. 

Upaya cepat pun diambil pihak sekolah dengan memulangkan kedua siswa tersebut lebih awal agar dapat beristirahat dan mendapatkan penanganan medis di rumah masing-masing.

“Betul bahwa ada indikasi sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan. Kejadiannya kita ketahui Kamis 10 September 2026, di mana ada seorang siswa muntah di sekolah dan seorang lagi mengalami diare,” kata Ratna, Rabu (16/9/2026).

Kondisi serupa terus meluas pada Jumat (11/9/2026), ketika laporan mengenai siswa yang jatuh sakit mulai bertambah. Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan pihak sekolah, total tercatat 45 siswa dan warga sekolah yang mengeluhkan gejala serupa. Angka ini mencakup pula siswa yang sejak awal tidak dapat hadir karena sakit.

"Sebanyak 40 siswa yang tidak masuk sekolah diketahui telah menjalani pengobatan di tingkat klinik tanpa rawat inap dan diperbolehkan pulang," sebutnya.

Sementara itu, 17 orang lainnya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan intensif, mendapat suntikan serta obat-obatan, di mana empat di antaranya kemudian diperbolehkan pulang.

“Untuk data yang sudah disampaikan kepada Pak Guru, sampai saat ini ada 15 orang anak dan satu orang guru yang masih dalam masa perawatan,” jelasnya. 

Ratna menyebut, para pasien tersebut tersebar di beberapa titik pelayanan kesehatan, yaitu Klinik Harapan Sehat, Permata Merdeka, RS IMC, dan RS Cibabat.

"Kasus ini mengundang perhatian karena bertepatan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat," sebutnya

"Untuk rincian menu yang disajikan, antara lain Rabu: Nasi, ayam kecap, semangka. Kamis: Kentang goreng, telur, jeruk, dan Jumat: Nasi dan chicken ball," sambungnya.

Kendati muncul dugaan keterkaitan dengan makanan, Ratna mengungkap fakta penting yang ditemukan di lapangan. “Tiga hari itu tidak ada komplain anak-anak soal aroma atau tekstur mencurigakan dari menu MBG,” ujarnya. 

"Hal ini menjadi catatan penting dalam upaya investigasi penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut," ucapnya.

Sebagai langkah antisipatif dan kewaspadaan tinggi, SDN 2 Cipeundeuy memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (14/9/2026). Ratna menjelaskan, kebijakan ini diambil setelah mendapat arahan resmi dari Pengawas Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatan warga sekolah serta memutus potensi penularan jika berkaitan dengan hal lain.

“Itu berdasarkan arahan dari pengawas bina dan Dinas Pendidikan. Untuk hari ini, pembelajaran jarak jauh dilakukan terlebih dahulu selama satu hari untuk observasi,” tuturnya. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa dan guru yang sakit, sementara penyebab utama serta dugaan keterkaitannya dengan makanan MBG masih menanti hasil investigasi menyeluruh dari tim berwenang.


Editor : Ahmad Sayuti