Ucap 'Ujug-ujug' Saat Rapat, Arteri Dahlan Disindir Budi Dalton: Katanya Gak Boleh Pake Bahasa Sunda
Cuplikan video Arteri Dahlan menyebut 'ujug-ujug' itu pun lantas disindir oleh budayawan Sunda, Budi Dalton.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota DPR RI Arteri Dahlan saat ini tengah menjadi sorotan publik lantaran dianggap rasis usai meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dipecat karena memakai bahasa Sunda saat rapat.
Akan tetapi, beredar video Arteri Dahlan yang justru mengucap salah satu kata berbahasa Sunda.
Dalam video yang diunggah di Instagram @delluuyee, politisi partai PDI Perjuangan itu mengucapkan kata 'ujug-ujug' saat sedang menyampaikan kritikannya.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Kota Bandung Dipastikan 14 Ribu Per Liter
"Gak dateng pak, gak mau ujug-ujug," kata Arteria Dahla dalam cuplikan video tersebut.
Cuplikan video Arteri Dahlan menyebut 'ujug-ujug' itu pun lantas disindir oleh budayawan Sunda, Budi Dalton.
Dia mempertanyakan mengapa Arteri Dahlan memakai kata 'ujug-ujug' jika saat rapat tidak diperbolehkan.
"Euh katanya rapat kerja gak boleh pake bahasa sunda, ujug-ujug teh bahasa sunda," kata Budi Dalton.
Baca Juga: RESMI: Majelis Adat Sunda Laporkan Arteria Dahlan ke Polda Jawa Barat
Budi Dalton pun lantas menyuruh seseorang untuk mengecek arti kata 'ujug-ujug' yang diucap Arteri Dahlan tersebut.
Di video itu ditampilkan arti 'ujug-ujug' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya tiba-tiba, sekonyong-konyong.
"Tuh ujug-ujug teh bahasa Sunda, kalo orang Sunda rapat kerja pake bahasa Sunda gak boleh, Kalo yang bukan orang Sunda pake bahasa Sunda boleh," ujar Budi Dalton.
Sebelumnya, Budi Dalton juga sempat pernyataan Arteria Dahlan yang menyinggung soal Bahasa Sunda.
Baca Juga: Duh, Lubang di Trotoar Jalan depan Komplek Pemkab Bandung Bikin Bahaya Penyandang Tuna Netra
Budi menganggap pernyataan Arteria Dahlan sebagai seorang wakil rakyat telah rasis.
“Hei, percuma rakyat menggembar gemborkan toleransi, lalu persatuan, wakil rakyatnya juga rasis seperti itu,” ungkap Budi Dalton.***
Editor : inilahkoran

