Ujian Berat Si Jalak Harupat

Rumput lapangan kembali dirapikan. Kursi-kursi tribun dibersihkan, ruang ganti diperiksa, sementara akses keluar masuk penonton dipastikan siap menampung ribuan

Ujian Berat Si Jalak Harupat
TUAN RUMAH: Stadion Si Jalak Harupat disiapkan sebagai tuan rumah Piala Presiden 2026.

Oleh: Rd Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Rumput lapangan kembali dirapikan. Kursi-kursi tribun dibersihkan, ruang ganti diperiksa, sementara akses keluar masuk penonton dipastikan siap menampung ribuan suporter yang akan datang.Di Stadion Si Jalak Harupat, hitungan menuju sepak bola Piala Presiden 2026 semakin dekat. Stadion kebanggaan Kabupaten Bandung itu kembali bersiap menjadi panggung pembuka salah satu turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia.

Akhir pekan, Sabtu (25/7) nanti, sorak-sorai suporter akan kembali memenuhi tribun.

Sebelum peluit pertama dibunyikan, berbagai persiapan terus dikebut agar pertandingan berlangsung aman, nyaman, dan berkesan.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan kesiapan Stadion Si Jalak Harupat telah mencapai 95 persen.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Cakra Amiyana setelah meninjau langsung seluruh fasilitas stadion bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Dicky Anugerah serta panitia pelaksana.

“Saya sudah meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat secara menyeluruh untuk Piala Presiden 2026. Insya Allah kita sudah siap untuk pembukaan dan pertandingan Grup A Piala Presiden 2026,” ujar Cakra.

Menurutnya, atas arahan Bupati Bandung, seluruh perangkat daerah bergerak menyempurnakan berbagai fasilitas agar pemain, ofisial, dan suporter dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.

Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari perawatan lapangan, penataan akses penonton, perbaikan toilet dan ruang ganti pemain, hingga memastikan sistem pencahayaan serta standar keamanan stadion berfungsi optimal.

“Persiapan sudah 95 persen.

Sisanya tinggal pembersihan area stadion saja. Kita siap menjadi tuan rumah yang baik dan menyukseskan Piala Presiden 2026,” katanya.

Si Jalak Harupat akan menjadi kandang Persib Bandung pada penyisihan Grup A.

Maung Bandung akan bersaing dengan Arema FC, Tampines Rovers FC dari Singapura, dan DPMM FC asal Brunei Darussalam.

Laga pembuka di stadion tersebut akan mempertemukan Tampines Rovers FC melawan DPMM FC. Setelah itu, perhatian publik dipastikan tertuju pada duel klasik Persib Bandung menghadapi Arema FC yang diprediksi menyedot ribuan penonton.

Sementara pertandingan Grup B akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, yang menjadi markas Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand.

Untuk partai final, panitia masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai stadion yang akan digunakan.

Namun, Kabupaten Bandung menyatakan siap jika kembali dipercaya menjadi tuan rumah laga puncak.

Bagi Cakra, suksesnya turnamen bukan hanya ditentukan oleh pertandingan di atas lapangan, tetapi juga oleh keramahan tuan rumah dan kedewasaan para suporter.

Karena itu, dia mengajak masyarakat Kabupaten Bandung bersama-sama menjaga ketertiban agar Si Jalak Harupat kembali dikenang sebagai stadion yang mampu menghadirkan sepak bola berkualitas dalam suasana yang aman dan nyaman.

Setahun lalu, Si Jalak Harupat sukses menjadi panggung Piala Presiden 2025 hingga partai final. Kini, stadion itu kembali mendapat kepercayaan yang sama. Namun, kepercayaan selalu datang bersama tanggung jawab.

Piala Presiden 2026 menjadi ujian berat bagi Si Jalak Harupat untuk kembali membuktikan, reputasi sebagai salah satu stadion terbaik di Indonesia memang layak dipertahankan.

Sebelumnya, Polresta Bandung bersama Polda Jawa Barat, TNI, Pemerintah Kabupaten Bandung, panitia pelaksana, hingga komunitas suporter duduk satu meja menyusun strategi pengamanan.

Rapat koordinasi yang digelar di Gedung Sabilulungan Polresta Bandung, Jumat (17/7), menjadi awal memastikan pesta sepak bola berlangsung aman bagi semua.

Pengamanan kali ini tidak hanya berpusat di dalam stadion.

Rekayasa lalu lintas, pengamanan kawasan sekitar stadion, kantong parkir, pelayanan kesehatan, aktivitas pelaku UMKM, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan dari pergerakan suporter menjadi bagian dari skenario yang disiapkan.

Rapat dipimpin Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol La Ode Aries El Fathir didampingi Kombes Pol. Tedy Suhendyawan Syarif. Hadir pula Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, jajaran TNI, perangkat daerah Kabupaten Bandung, panitia penyelenggara, pengelola Stadion Si Jalak Harupat, hingga perwakilan Viking Persib Club.

(gin)


Editor : Inilahkoran