UMKM Center Masih Berproses, Sentra Kuliner Cikuray Siap Jadi yang Pertama

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pembangunan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) center di 30 kecamatan, namun rencana itu masih bergulir di tahap persiapan.

UMKM Center Masih Berproses, Sentra Kuliner Cikuray Siap Jadi yang Pertama
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pembangunan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) center di 30 kecamatan, namun rencana itu masih bergulir di tahap persiapan.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pembangunan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) center di 30 kecamatan, namun rencana itu masih bergulir di tahap persiapan.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Rajasa Pimpinan Berutu mengatakan, kajian awal program baru rampung beberapa waktu lalu dan kini menjadi dasar penyusunan tahap berikutnya.

UMKM Center itu memang targetnya ada di 30 kecamatan. Kajiannya baru selesai kemarin, jadi semuanya masih dalam proses,” kata Rajasa Pimpinan Berutu, Kamis 11 Desember 2025.

Di samping itu, pihaknya juga tengah merampungkan sentra kuliner yang dijanjikan wali kota sebagai pusat jajanan di setiap kecamatan. Lokasi pertama yang akan diperkenalkan kepada publik, berada di Jalan Cikuray, Gatot Subroto.

“Kita harapkan launching pertama di Jalan Cikuray bisa berjalan sukses,” ucapnya.

Rajasa menjelaskan, sentra kuliner dan UMKM Center memiliki konsep yang berbeda. Sentra kuliner ditujukan sebagai pusat jajanan khas Kota Bandung yang menyebar di berbagai kecamatan.

“Sebisa mungkin sentra itu menonjolkan karakteristik lokalnya. Tapi kalau tidak memungkinkan, kita tetap menonjolkan makanan khas Kota Bandung. Makanan dari luar Kota Bandung pun tidak ditutup untuk ikut serta,” ujar dia.

Ia berharap, keberadaan sentra jajanan ini mampu menyebarkan perputaran ekonomi ke wilayah pinggiran dan memberi peluang bagi pedagang lokal.

“Dengan begitu, konsentrasi tempat jajan tidak hanya menumpuk di pusat kota dan pedagang-pedagang setempat juga mendapat kesempatan,” tuturnya.

Sementara itu, UMKM Center dipersiapkan sebagai ruang inkubasi dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro sekaligus menjadi etalase produk lokal.

Kata Rajasa, etalase yang dimaksud tidak sebesar galeri di pusat perbelanjaan. Namun menampilkan contoh produk yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung. “Kalau ada yang tertarik, mereka tinggal mencatat kontak produsennya,” ujar dia.

Pendampingan yang diberikan, dituturkan ia mencakup literasi keuangan, akses permodalan, pemasaran, manajemen pelayanan prima hingga standarisasi produk. “Semua itu nanti dilakukan di UMKM Center,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun UMKM Center akan hadir di 30 kecamatan. Lokasi spesifiknya masih menunggu penyesuaian dengan kondisi lapangan.

“Lokasinya akan kita lihat dulu kecocokannya. Tidak harus berada di kantor kecamatan. Kajiannya baru selesai, dan itu jadi dasar pelaksanaan selanjutnya,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana