Unik! Gejala Varian Omicron Ini Hanya Muncul Malam Hari, Dokter Jelaskan Begini
Ternyata, varian Omicron memiliki satu gejala unik yang hanya dialami pasien terpapar pada malam hari. Apa?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ada satu gejala unik dari varian Omicron ketika memapari seseorang. Gejala itu hanya terjadi malam hari.
Gejala dari varian Omicron yang hanya terjadi malam hari, itu adalah ketika sang pasien terpapar berkeringat berlebihan.
Penjelasan terkait gejala varian Omicron yang hanya terjadi malam hari, disampaikan Dr. Amir Khan dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).
Menurt Amir Khan, di antara lima pasien Covid 19 yang terinfeksi varian Omicron, salah satunya mengalami gejala menonjol karena hanya muncul pada malam hari.
Dia seperti dikutip dari Medical Daily, Senin 3 Januari 2022 mencatat, berkeringat di malam hari yang dialami pasien bisa menyebabkannya bangun dan berganti pakaian.
Ini bukan pertama kalinya para ahli mengamati keringat berlebih di malam hari pada pasien Covid 19.
Baca Juga: Varian Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 138 Kasus, Warga Diimbau Lakukan Ini...
Pada Desember lalu, sekelompok peneliti juga mencatat sebanyak 114 orang dari 212 peserta studi melaporkan banyak berkeringat sementara 102 dari mereka melaporkan berkeringat pada malam hari saat memerangi virus.
Sementara itu, penelitian berbeda yang diterbitkan Rumah Sakit Guizhou University beberapa waktu lalu menunjukkan keringat malam bisa menjadi gejala pertama pneumonia Covid 19.
Namun, laporan ilmiah itu tidak didukung bukti yang luas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung apa yang peneliti temukan.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 3 Januari 2022: Mama Sarah Punya Firasat Buruk, Elsa Kembali ke Jakarta
Meski demikian, beberapa ahli medis sejak itu mengakui keringat malam sebagai salah satu gejala infeksi Covid 19.
“Ini penting, dan penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Jika kita ingin melacak Omicron dan melacaknya di seluruh dunia, kita harus bisa menguji orang-orang dengan gejala ini,” kata Dr. Khan seperti dikutip dari New York Post.
Dibandingkan dengan varian Delta, Omicron dikatakan hanya menyebabkan Covid bergejala ringan seperti tenggorokan gatal, nyeri otot ringan, kelelahan ekstrem, batuk kering dan keringat malam.
Baca Juga: 3 Golongan yang Allah Mudahkan Rezekinya, Selalu Hidup dalam Keberkahan Kata Ustadz Adi Hidayat
Hal senada diungkapkan Dr. Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali membunyikan alarm pada varian Omicron.
Dia mengatakan, sebagian besar pasien Omicron menunjukkan gejala yang sangat ringan dari infeksi.
Editor : inilahkoran


