Update Gempa Sulteng M 6,7: Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

BNPB merilis data terbaru dampak gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi mencatat kerusakan paling parah dengan ratusan warga terdampak.

Update Gempa Sulteng M 6,7: Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah
Update Gempa Sulteng M 6,7: Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

INILAHKORAN.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data mengenai dampak kerusakan dan korban akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa lalu.

​Hingga Selasa malam 16 Juni 2026 pukul 19.00 WIB, BNPB mencatat total warga yang terdampak guncangan gempa ini telah mencapai sekitar 312 jiwa atau setara dengan 110 Kepala Keluarga (KK). 

Selain memicu kerusakan bangunan, bencana ini juga dilaporkan telah menelan satu korban jiwa.

​"Laporan yang kami himpun hingga pukul 19.00 WIB menunjukkan satu orang warga meninggal dunia, tepatnya di wilayah Kabupaten Sigi," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

​Kabupaten Sigi Alami Dampak Paling Signifikan

​Dari beberapa titik wilayah di Sulawesi Tengah yang merasakan guncangan, Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami kerugian dan dampak paling parah.

​Berdasarkan data terkini dari proses pendataan di lapangan, berikut adalah rincian dampak gempa di Kabupaten Sigi:

​Warga Terdampak: Sebanyak 272 jiwa (89 Kepala Keluarga).

​Korban Luka Berat: 13 orang warga.

​Korban Luka Ringan: 22 orang warga.

​Korban Meninggal Dunia: 1 orang warga.

​Selain Kabupaten Sigi, dampak gempa juga meluas ke beberapa wilayah administratif sekitarnya. Di Kabupaten Parigi Moutong, tercatat ada 40 warga atau 21 KK yang ikut terdampak. Sementara itu, korban luka-luka juga dilaporkan terjadi di Kota Palu (2 orang luka ringan) dan Kabupaten Poso (1 orang luka-luka).

​Analisis Parameter gempa BMKG

​Menurut data seismik dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi M 6,7 ini merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman pusat gempa (episenter) berada di 10 kilometer bawah permukaan daratan.

​Secara geografis, pusat gempa terletak pada koordinat 1,03° Lintang Selatan serta 120,24° Bujur Timur. Jika ditarik garis lurus dari kota-kota terdekat, posisi pusat getaran ini berada di:

​42 kilometer arah Tenggara Kota Palu

​54 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Sigi

​70 kilometer arah Barat Laut Kabupaten Poso

​81 kilometer arah Tenggara Kabupaten Donggala

​Hingga saat ini, pihak BPBD setempat bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan bangunan yang rusak dan menyalurkan bantuan darurat bagi ratusan warga yang terdampak di lokasi pengungsian.


Editor : Firda Rachmawati