Update Longsor Puncak Bogor, 4 Meninggal Dua Masih Dalam Pencarian

Dari 9 orang korban bencana alam tanah longsor dan banjir di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Puncak, hingga Minggu siang, 3 orang dipastikan selamat.

Update Longsor Puncak Bogor, 4 Meninggal Dua Masih Dalam Pencarian
Foto BPBD Kabupaten Bogor

 INILAHKORAN, bogor - Dari 9 orang korban bencana alam tanah longsor dan banjir di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan puncak, hingga Minggu siang, 3 orang dipastikan selamat.

Sementara, 4 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 2 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

2 orang lainnya yang masih dalam proses pencarian, 1 orang Desa Cipayung Girang, Megamendung dan 1 orang lainnya di Desa Cilember, cisarua.

"Mereka yang masih dalam proses pencarian dikabarkan terbawa banjir, dan terdampak bencana alam tanah longsor," kata Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten bogor Andi Sumardi kepada wartawan, Minggu, 6 Juli 2025.

Andi Sumardi menuturkan, bahwa 2 orang korban yang masih belum ditemukan akan dievakuasi Tim Gabungan, terdiri dari BPBD, Damkar, Tagana, Dinkes, Satpol PP, TNI dan Kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang melanda Kabupaten bogor berakibat becana alam longsor, 9 orang jadi korban. Dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Selain korban meninggal akibat longsor tersebut, 4 korban lainnya masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan BPBD Kabupaten bogor. Sementara tiga orang sudah berhasil dievakuasi.

Dari 11 kecamatan terdampak, dari segi jumlah bencana alam, Kecamatan Megamendung merupakan yang terbanyak dengan jumlah kejadian ada 4 bencana longsor.

Sementara, dari sisi jumlah korban, Kecamatan cisarua yang paling terdampak, dimana ada 6 orang korban yang tertimbun longsor, sementara di Jecamatan Megamendung, ada 2 orang korban.

Dari jenis bencana alam, bencana alam tanah longsor paling banyak terjadi dengan 12 kejadian, 4 kejadian bencana alam banjir dan  1 kejadian bencana alam angin kencang.

Dengan data diatas, Kawasan puncak (Kecamatan Megamendumg dan Kecamatan cisarua) yang menjadi destinasi favorit wisawatawan, adalah daerah yang paling terdampak bencana alam.

"Hingga minggu dini hari, sementara ada 18 kejadian bencana alam yang masuk laporannya ke BPBD Kabupaten bogor, 12 kejadian tanah longsor, 4 kejadian banjir dan 1 kejadian angin kencang," kata Ketua Tim Kedaruratan Andi Sumardi kepada wartawan, Minggu, 6 Juli 2025.

Andi Sumardi menuturkan, bahwa korban bencana alam tanah longsor di Kampung Rawa Sedak RT 01 RW 04, Desa dan Kecamatan Megamendung yang merupakan seorang santri ditemukan tadi malam oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Tagana, Satpol PP, TNI dan Kepolisian.

Sementara 1 orang korban lainnya di Desa Cipayung Girang, Megamendung masih dalam proses pencarian.

"Korban adalah Muhammad Resa (22 tahun), warga Desa Sukataria, Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Dimana sejak tadi malam jasadnya sudah dibawa kerumah duka, di kampung halamannya," tutur Andi Sumardi.

Sementara, dari 6 korban tanah longsor di Kampung Sukatani, Desa Tugu Utara Kecamatan cisarua, 3 orang korban sudah ditemukan.

"3 dari 6 orang korban tertimbun tanah longsor sudah ditemukan, namun datanya belum lengkap," sambungnya.

Dia menjelaskan, kecamatan yang terdampak bencana alam adalah Megamendung, cisarua, Caringin, Cijeruk Tamansari, Rancabungur, Ciampea Sukamakmur, Tenjolaya, Ciawi dan Dramaga.

 

 


Editor : Ahmad Sayuti