Usai Bacok Istri Gunakan Kapak, Suami di KBB Langsung Gantung Diri

Suami di KBB nekad gantung diri di sebuah pohon dekat rumahnya usai membacok wajah istrinya menggunakan kapak

Usai Bacok Istri Gunakan Kapak, Suami di KBB Langsung Gantung Diri

INILAHKORAN, Ngamprah - Seorang warga asal Kampung Cijambe RT 04/RW 09, Desa Cicangkang Hilir, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon yang tak jauh dari rumahnya usai membacok istrinya menggunakan kapak.

"Sebelum ditemukan tewas (gantung diri) pada Selasa 2 Mei 2023 sekitar pukul 09.13 WIB, korban Ence Samsudin (53)sempat menghilang dari rumahnya," kata Sekretaris Desa Cicangkang Hilir, Kecamatan Cipongkor, KBB, Agus Supriatna kepada wartawan, Kamis 4 Mei 2023.

Kemudian, jelas Agus, warga bersama pengurus RT, RW, dan perangkat Desa Cicangkang Hilir sempat melakukan pencarian namun korban tidak ditemukan, hingga akhirnya korban ditemukan pada Selasa pagi sudah meninggal gantung diri.

"Korban sempat menghilang dari rumah dan kita sempat cari ke beberapa lokasi tapi gak ketemu. Akhirnya Selasa pagi dia ditemukan sekitar 20 meter dari rumahnya sudah tewas gantung diri," jelasnya.

Ia menuturkan, sebelum ditemukan tewas gantung diri, korban Ence Samsudin diduga sempat melakukan aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada istrinya yang berna Sri Latipah (48).

"Aksi penganiayaan dilakukan pada Senin (1/5/2023) dini hari sekitar pukul  02.30 WIB saat korban sedang terlelap tidur," tuturnya.

Ia menerangkan, dengan menggunakan sebuah kampak untuk membelah kayu, pelaku menghujamkan senjata tajam tersebut ke muka korban.

"Akibatnya korban mengalami luka di bagian muka. Yakni sebagian tulang wajahnya patah dan sejumlah giginya juganya juga tanggal akibat dihantam oleh kampak," terangnya.

Selanjutnya, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik di Kota Cimahi. Sementara untuk motifnya belum diketahui, hanya mungkin ada masalah keluarga dan puncaknya terjadi KDRT tersebut.

"Usai melancarkan aksinya itu pelaku lalu menghilang dari rumah," terang Agus.

Agus menduga, saat warga dan keluarga mencari keberadaan pelaku, korban Ence sempat pulang ke rumah tanpa diketahui keluarganya.

Kesempatan itu, dipergunakan pelaku untuk melepas tambang yang dipakai untuk menjemur pakaian di rumahnya untuk gantung diri di sebuah pohon di sebuah kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

"Usai ditemukan jenazah korban lalu diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Namun keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah," ujarnya.

"Jenazahnya kemudian dibawa oleh keluarganya ke Sumedang untuk dimakamkan," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti