Usai Buat Heboh, Hacker DigitalGhostt Klaim Tak Jual Data Warga Jabar

Ia menyatakan tidak menjual data tersebut dan justru menyoroti kelemahan sistem keamanan siber di Indonesia.

Usai Buat Heboh, Hacker DigitalGhostt Klaim Tak Jual Data Warga Jabar
Usai Buat Heboh, Hacker DigitalGhostt Klaim Tak Jual Data Warga Jabar

INILAHKORAN - Sosok di balik akun anonim DigitalGhostt, yang sebelumnya mengklaim telah membobol dan menguasai data pribadi milik jutaan warga Jawa Barat, kini memberikan klarifikasi melalui unggahan terbaru di platform X (dulu Twitter). 

Ia menyatakan tidak menjual data tersebut dan justru menyoroti kelemahan sistem keamanan siber di Indonesia.

“For the people of West Java, don't worry, I did not sell the leaked data and this is only to inform that your country still needs to secure some vulnerable sites. I like the performance of the governor of West Java, after I looked into it.”

"Untuk masyarakat Jawa Barat, jangan khawatir. Saya tidak menjual data yang bocor tersebut. Ini hanya untuk memberi tahu bahwa negara Anda masih perlu mengamankan beberapa situs yang rentan. Saya menyukai kinerja Gubernur Jawa Barat setelah saya menyelidikinya."

Unggahan tersebut muncul pada Senin (28/7/2025) pukul 08.29 WIB dan menambah dimensi baru dalam kontroversi dugaan kebocoran data 4,6 juta warga Jawa Barat yang sebelumnya menghebohkan media sosial.

Sebelumnya, pada 10 Juli 2025, akun yang sama mengklaim telah membocorkan data sensitif milik jutaan warga Jabar dan menyebarkannya di forum dark web. 

Klaim itu disertai dengan tangkapan layar berlogo Pemprov Jabar dan mencantumkan informasi seperti NIK, alamat, email, hingga jenis pekerjaan.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah membantah klaim tersebut. Kepala Diskominfo Jabar, Mas Adi Komar, menyatakan bahwa hasil investigasi internal tidak menemukan adanya kebocoran data dari sistem yang dikelola oleh Pemprov.

“Kami sudah lakukan penelusuran dan validasi, tidak ada bukti yang menunjukkan data milik Pemprov Jabar bocor seperti yang diklaim,” tegas Adi.


Editor : Firda Rachmawati