Hacker Bjorka Kembali Beraksi, Bocorkan Data 341 Ribu Personel Polri
Hacker Bjorka diduga kembali beraksi dengan membocorkan data Polri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dunia maya kembali diguncang oleh aksi hacker Bjorka. Tak lama setelah Kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial WFT yang diduga sebagai sosok di balik identitas Bjorka, peretas anonim itu justru muncul kembali dan mengklaim telah membocorkan data pribadi 341 ribu anggota Polri.
Aksi peretasan tersebut dilakukan sesaat setelah kabar penangkapan WFT ramai diperbincangkan publik. Data personel Polri itu kemudian disebarkan secara terbuka melalui kanal pribadi Bjorka di internet dan langsung menjadi sorotan warganet.
Menurut Teguh Aprianto, pendiri Ethical hacker Indonesia sekaligus konsultan keamanan siber, data yang dirilis Bjorka berisi informasi sensitif milik anggota Polri.
“Data yang dibocorkan mencakup nama lengkap, pangkat, satuan tugas, lokasi penugasan, nomor ponsel, hingga alamat email pribadi,” tulis Teguh melalui akun X pribadinya.
Teguh juga menegaskan bahwa pemuda berinisial WFT yang ditangkap polisi bukanlah Bjorka yang sebenarnya. “Yang ditangkap itu cuma faker alias peniru. Bjorka kemudian merespons dengan membocorkan data 341 ribu personel Polri,” ujarnya.
Meski demikian, data yang dibocorkan tersebut diketahui bukan merupakan data terbaru. Berdasarkan penelusuran, informasi yang dirilis merupakan data lama sekitar tahun 2016, yang sebagian besar berisi nama-nama anggota Polri yang kini sudah pensiun.
Kendati bersumber dari data lama, kebocoran informasi ini tetap memicu kekhawatiran serius terhadap sistem keamanan siber milik lembaga negara. Banyak pihak menilai langkah Bjorka sebagai bentuk kritik terhadap lemahnya perlindungan data digital pemerintah, khususnya institusi kepolisian.
Editor : Firda Rachmawati

