Basarnas Klarifikasi Soal Temuan Potongan Tubuh di Evakuasi Ponpes Al Khoziny
Basarnas Klarifikasi Soal Temuan Potongan Tubuh di Evakuasi Ponpes Al-Khoziny
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengimbau publik dan kalangan media untuk tidak memperdebatkan temuan potongan tubuh korban dalam operasi evakuasi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Syafii, dalam operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait jumlah pasti korban meninggal dunia, melainkan hanya melaporkan setiap manusia yang berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.
“Basarnas tidak pernah menyebut jumlah korban, yang kami data adalah setiap manusia yang terevakuasi, baik dalam kondisi utuh maupun berupa bagian tubuh,” ujarnya dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Syafii menjelaskan, penemuan potongan tubuh bukanlah hal baru dalam dunia penyelamatan. Ia mencontohkan pengalamannya saat menangani kecelakaan pesawat, di mana setiap bagian tubuh yang berhasil ditemukan tetap dihitung sebagai korban untuk kepentingan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Yang jelas, kami tidak memperdebatkan soal body part. Setiap temuan akan tetap didata dan diidentifikasi secara profesional,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa data korban bisa bersumber dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga angka yang beredar di masyarakat bisa saja berbeda karena perbedaan waktu dan sumber laporan.
Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat di Sidoarjo per Senin pukul 18.38 WIB, total 169 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 104 orang ditemukan selamat dan mendapatkan perawatan medis, sementara sisanya meninggal dunia. Selain itu, tim SAR gabungan menemukan enam potongan tubuh yang kini masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.
Syafii menambahkan bahwa jumlah korban masih dapat berubah karena proses asesmen di lapangan terus dilakukan secara intensif oleh ratusan personel dari berbagai instansi. Hingga hari kedelapan operasi, lebih dari 370 petugas dari 65 lembaga dan organisasi masih berjibaku di lokasi kejadian.
Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat, menyebut semangat kebersamaan dalam misi kemanusiaan ini sebagai wujud nyata solidaritas bangsa.
“Bagi Basarnas, menyelamatkan satu nyawa saja sudah merupakan keberhasilan yang tak ternilai. Setiap kehidupan yang bisa diselamatkan adalah aset negara yang luar biasa,” tuturnya.
Editor : Firda Rachmawati


