Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Diperpanjang, Basarnas Pastikan Lokasi Benar-Benar Bersih
Basarnas akan memastikan evakuasi korban ambruknya ponpes Al Khoziny berlanjut hingga semua korban ditemukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akan terus dilakukan hingga seluruh area dinyatakan bersih dan tidak ada korban yang tersisa.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa pihaknya belum akan menghentikan operasi sebelum seluruh reruntuhan berhasil dipisahkan dan lokasi benar-benar aman.
“Operasi baru akan dinyatakan selesai setelah tempat kejadian benar-benar clear, semua reruntuhan dibersihkan, dan tidak ada korban yang tertinggal,” ujar Syafii.
Ia menjelaskan, meskipun secara prosedur Basarnas memiliki standar waktu operasi selama tujuh hari dan dapat diperpanjang hingga tiga hari, penanganan bencana di Ponpes Al-Khoziny menjadi pengecualian karena skala kerusakan dan jumlah korban yang cukup besar.
“Kasus ini bersifat khusus. Kondisi bangunan yang rumit dan jumlah korban yang banyak membuat kami perlu memperpanjang operasi hingga benar-benar tuntas,” tambahnya.
Hingga hari kedelapan pasca-runtuhnya bangunan, operasi SAR masih berlangsung 24 jam penuh dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, PMI, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga relawan dari berbagai lembaga dan komunitas.
Syafii menegaskan bahwa meskipun operasi SAR nantinya berakhir, penanganan pascabencana akan tetap berlanjut di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian dan instansi terkait lainnya.
“Artinya, meski operasi SAR dinyatakan selesai, kegiatan penanganan tidak berhenti. Masih ada tahapan lanjutan untuk pemulihan pascabencana,” jelasnya dari posko darurat di Sidoarjo.
Berdasarkan data terakhir dari Posko Tanggap Darurat per Senin pukul 18.38 WIB, total 169 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 104 orang ditemukan selamat dan telah mendapatkan penanganan medis, sementara sisanya dilaporkan meninggal dunia.
Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan enam potongan tubuh manusia yang kini masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.
Syafii menambahkan bahwa jumlah korban masih bisa berubah seiring dengan proses asesmen yang terus dilakukan di lapangan.
“Situasi di lapangan masih dinamis. Kami terus melakukan pencarian hingga bisa dipastikan seluruh korban berhasil ditemukan,” tegasnya.
Editor : Firda Rachmawati

