Tim SAR Sempat Alami Gatal-gatal saat Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny
Sejumlah tim SAR sempat mengalami gatal-gatal saat mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan ponpes Al Khoziny.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sejumlah anggota tim pencarian dan pertolongan (SAR) yang bertugas dalam proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan sempat mengalami gangguan kulit berupa gatal-gatal selama bertugas di lokasi bencana.
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, mengungkapkan bahwa keluhan tersebut muncul karena sebagian anggota tim tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar.
“Setelah dilakukan evaluasi, diketahui ada beberapa anggota yang terserang penyakit kulit dan gatal-gatal karena tidak memakai APD yang memadai,” ujar Budi dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Budi menambahkan, kondisi kesehatan para petugas kini telah tertangani dengan baik berkat bantuan tambahan berupa APD, vitamin, serta perlengkapan kesehatan lainnya yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
“Bantuan ini sangat membantu menjaga stamina dan kesehatan para relawan agar mereka tetap optimal dalam menjalankan operasi yang sudah berlangsung selama beberapa hari,” jelasnya.
BNPB juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dan keselamatan seluruh personel di lapangan, mengingat proses pencarian korban masih terus berjalan dan membutuhkan tenaga besar.
Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat di Sidoarjo hingga Senin dini hari, total korban yang ditemukan telah mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh yang teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, 49 jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara 13 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
“Target kami adalah menyelesaikan pencarian hari ini. Namun, jika belum tuntas, operasi akan terus dilanjutkan hingga semua korban berhasil ditemukan,” tegas Budi.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas dan relawan untuk tetap waspada serta berdoa agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti hingga seluruh korban berhasil dievakuasi
Editor : Firda Rachmawati

