INILAHKORAN, Bandung - Ketua Yayasan Rabbani Asysa Ustaz Nur Ichsan Jundulloh mengatakan, perbuatan dosa bisa menurunkan derajat dan nikmat yang diberikan oleh sang maha pencipta (Allah SWT).
"Namun sebesar apapun dosa yang diperbuat oleh umat manusia, tidak ada apa-apanya dengan kuasa Allah SWT. Segala puji hanya milik Allah SWT," ujar Ustaz Nur Ichsan Jundulloh, saat mengikuti kegiatan "Religious Discussion Jilid III", dengan Tema "PDKT (Pernah Dosa Kemudian Taubat)", yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH) Universitas Pasundan (Unpas), melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu 16 Februari 2022.
Dia mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk menambah wawasan pengetahuan terkait arti dari sebuah dosa yang diperbuat atau dilakukan manusia di dunia.
Seperti diketahui, dosa merupakan bentuk ketidaktaatan manusia dengan Tuhan dikarenakan melanggar atau mengerjakan sesuatu yang dilarang menurut ajaran Agama dan tercantum di dalam kitab suci Alquran.
"Selain itu, untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan umat manusia agar selalu mengingat Allah SWT, serta meninggalkan larangan-larangan yang akan menjerumuskan dan menyesatkan umat manusia," ujar Ustaz Nur Ichsan Jundulloh.
Dia pun menambahkan, agar selalu mengingatkan untuk berbuat kebaikan antar sesama umat manusia dan konsisten dalam berbuat kebaikan.
"Semata-mata mengharapkan keberkahan dari Allah SWT untuk menjadi bekal umat manusia di hari akhir nanti," ucapnya.
Menurut dia, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan, karena sesuai dengan realita yang ada, umat manusia selalu berulang-ulang berbuat dosa, walaupun mereka sudah bertaubat.
Kegiatan Religious Discussion Jilid III merupakan wadah atau tempat bagi banyak orang untuk bersama-sama berdiskusi terkait perbuatan dosa yang dilakukan, walaupun sudah pernah melakukan taubat tetapi masih melanggar larangan-larangan yang menjerumuskan umat manusia untuk melakukan perbuatan dosa.
"Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat," imbuhnya.
Selain itu, Staff Divisi Pendidikan HIMA PKnH Unpas Fadli Desri Yadi menambahkan, peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan Religious Discussion Jilid III memiliki semangat dan antusias, dikarenakan penyampaian atau pembawaan yang dibawakan oleh narasumber sangat mudah dipahami oleh peserta, serta menimbulkan rasa keingintahuan yang mendalam.
"Hal ini menjadi stimulus bagi peserta Religious Discussion Jilid III agar semakin semangat dalam menanggapi dan semangat dalam berdiskusi serta termotivasi untuk terus belajar mengamalkan kebaikan di dunia," ucapnya.
Dia berharap, pengurus HIMA PKnH Unpas agar bisa memberikan kebermanfaatan untuk banyak orang, karena "khoirunnas anfauhum linnas" yang artinya sebaik-baiknya manusia ialah yang memberikan kebermanfaatan untuk orang lain.
"Ya, intinya kegiatan Religious Discussion Jilid III ini senantiasa memberikan momentum atau ruang untuk semua orang berdiskusi menyampaikan gagasan dan solusi-solusinya, agar umat manusia khususnya umat beragama Islam lebih mencintai agamanya, meningkatkan ketaqwaan serta keimanannya agar selalu berbuat kebaikan dan meninggalkan hal yang mengarah kepada keburukan," pungkas Fadli Desri Yadi. *** (Okky Adiana)