Varises Bisa Jadi Tanda Insufisiensi Vena Kronis, Kenali Gejalanya
Varises dapat menjadi tanda insufisiensi vena kronis (CVI). Kenali gejala, faktor risiko, komplikasi, dan pilihan penanganannya melalui prosedur EVLA.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - varises dapat menjadi salah satu tanda atau gejala fisik seseorang mengalami insufisiensi vena kronis (CVI), yakni gangguan pembuluh darah yang membuat aliran darah dari tungkai menuju jantung tidak optimal.
dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals, dr. Emanoel Oepangat, mengatakan insufisiensi vena kronis dapat ditemukan pada sekitar 5 hingga 30 persen populasi dewasa dan kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.
Kondisi tersebut terjadi ketika pembuluh balik atau vena pada tungkai tidak mampu mengalirkan darah kembali menuju jantung secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah gangguan katup vena yang tidak menutup dengan baik sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.
"Umumnya insufisiensi vena kronis dialami oleh mereka dengan risiko seperti pertambahan usia, riwayat keluarga, kehamilan, berat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama. varises dapat menyertai gangguan ini, tetapi tidak setiap varises berarti CVI," kata dr. Emanoel Oepangat seperti dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).
Gejala insufisiensi vena kronis yang sering muncul antara lain tungkai terasa berat atau nyeri, pembengkakan terutama setelah berdiri dalam waktu lama, gatal, serta vena yang tampak menonjol.
"Bila penyakit berlanjut, dapat timbul perubahan warna maupun tekstur kulit sampai luka vena di sekitar pergelangan kaki. Insufisiensi vena kronis ini kerap berkaitan erat atau memicu terjadinya varises," ujarnya.
Meski demikian, Emanoel mengingatkan tidak semua pembengkakan pada tungkai disebabkan oleh gangguan vena. Kondisi lain seperti penyakit jantung, ginjal, hati, gangguan limfatik, maupun trombosis vena juga perlu dipertimbangkan sesuai dengan gambaran klinis.
Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya berdasarkan kondisi vena yang terlihat menonjol.
varises dan Risiko CVI
Emanoel menjelaskan, seseorang yang memiliki varises belum tentu mengalami insufisiensi vena kronis. Namun, apabila varises dibiarkan dan kerusakan katup vena semakin parah, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi CVI.
Pada kondisi yang lebih lanjut, CVI dapat ditandai dengan pembengkakan tungkai yang lebih berat, nyeri kronis, perubahan warna kulit, hingga luka atau ulkus pada tungkai.
Salah satu pilihan penanganan bagi pasien dengan kondisi yang sesuai adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA). Prosedur tersebut merupakan tindakan minimal invasif yang dapat digunakan untuk menangani varises dan insufisiensi vena kronis pada pasien tertentu.
"Kabar baiknya, CVI dan varises dapat diatasi dengan EVLA," ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti

