Viral di Medsos Kondisi Sungai Citarum Batujajar Dipenuhi Sampah, Begini Kata Warga

Kondisi sungai Citarum yang berada di kawasan blok Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berubah menjadi sungai sampah.

Viral di Medsos Kondisi Sungai Citarum Batujajar Dipenuhi Sampah, Begini Kata Warga
Sungai CItarum dipenuhi sampah tepatnya di bawah Jembatan BBS Batujajar, KBB. foto Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi Sungai CItarum yang berada di kawasan blok Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berubah menjadi sampah'>sungai sampah.

Kiriman limbah sampah dengan berbagai jenis dari kota dan Kabupaten Bandung itu menutupi sungai terpanjang di Jawa Barat. Bahkan, tumpukan sampah di Sungai Citarum di bawah Jembatan BBS Batujajar tersebut viral di media sosial.

Wawan (52) seorang nelayan asal Cimahi yang kerap memancing di kawasan Sungai Citarum atau di bawah jembatan BBS Batujajar tersebut mengaku, sampah kiriman yang memenuhi sungai Citarum tersebut memang kerap terjadi.

Namun, kali ini kondisinya berbeda dan sangat parah dibandingkan hari-hari biasanya. Bahkan, akibat volume sampah kiriman tersebut sangat besar membuat mobilitas perahu, serta kegiatan nelayan untuk mencari ikan pun tersendat.
 
"Tiap minggu saya suka menyempatkan datang ke sini untuk memancing ikan, tapi kali ini kayanya gak bisa karena sampahnya padat dan rapat sekali," kata Wawan kepada wartawan.

"Kalau dipaksakan nanti pancingan saya menyangkut. Kondisi penuh sampah seperti ini juga bikin ikan pada lari," sambungnya.

Wawan menyebut, kiriman sampah yang menumpuk di kawasan sungai Citarum Batujajar ini berasal dari hulu, yakni Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang terjadi saat hujan dengan intensitas besar turun.

Menurutnya, area sungai yang dipenuhi sampah biasanya hanya setengah saja, namun kali ini seluruh permukaan sungai jadi tertutup. Bahkan, mengeluarkan bau tak sedap serta populasi nyamuk meningkat. 

"Kalau saya paksakan menginap di sini mancing ikan nanti malam gak tahan diserang nyamuk dari tumpukan sampah. Belum lagi aromanya gak sedap," tuturnya.

Arifin (40), warga yang tinggal bantaran sungai Citarum Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar menuturkan, terjadinya penumpukan volume sampah di kawasan Sungai Citarum Blok BBS Batujajar terjadi sejak Senin 10 Juni 2024 kemarin.

Menurutnya, tumpukan sampah di sungai terjadi tiap hari lantaran masih kurangnya kesadaran masyarakat serta keseriusan pemerintah menjaga kawasan Sungai Citarum.

"Tiap hari memang seperti ini. Sekarang lebih banyak mungkin karena didorong hujan," ucapnya.

"Ini karena perilaku masyarakat yang masih buang sampah ke sungai dan tak optimalnya upaya dari pemerintah," sebutnya.***


Editor : Ahmad Sayuti