Viral Eksibisionis di JPO Jatinegara, Korban Minta Keadilan

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur meminta korban pelecehan seksual eksibisionis di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jatinegara untuk segera membuat laporan resmi.

Viral Eksibisionis di JPO Jatinegara, Korban Minta Keadilan
Viral Eksibisionis di JPO Jatinegara, Korban Minta Keadilan

INILAHKORAN - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur meminta korban pelecehan seksual eksibisionis di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jatinegara untuk segera membuat laporan resmi.

Kepala Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini, menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti kasus tersebut jika ada laporan dari korban maupun keluarga.

"Tidak ada ruang bagi pelaku pelecehan seksual. Orang tua atau korban bisa segera membuat laporan ke kami," kata Sri.

Menurut Sri, laporan dari korban akan menjadi dasar polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tanpa adanya laporan, langkah aparat dalam mengusut kasus ini menjadi terbatas.

Sri juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi, rekaman, atau bukti lain terkait aksi eksibisionis ini agar segera melaporkannya.

"Selama ini semua laporan selalu kami tindaklanjuti. Jadi masyarakat tidak perlu ragu melapor bila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa," tegasnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pelecehan ini menimpa seorang pelajar SMA berinisial S pada Minggu (21/9/2025) sore di JPO Jatinegara. Korban mengaku trauma usai menjadi sasaran aksi tidak senonoh seorang pria.

Ayah korban, Abdul Rasyid, mengungkapkan pihak keluarga belum membuat laporan karena lokasi rumah mereka yang berada di Tanjung Priok cukup jauh dari kantor Polres Metro Jakarta Timur.

"Belum buat laporan polisi, soalnya anaknya masih trauma," ujarnya.

Sementara itu, korban berharap pelaku segera ditangkap agar tidak meresahkan masyarakat, khususnya perempuan. Ia juga menyayangkan sikap salah satu petugas Transjakarta yang dianggap tidak peduli saat kejadian.

"Saya ingin pelaku ditangkap, dan petugas Transjakarta juga seharusnya minta maaf karena malah asyik main ponsel dan tertawa," ungkap S.


Editor : Firda Rachmawati