Tekan Kerugian, Garuda Indonesia Diminta Asep Wahyuwijaya Bubarkan Anak Cucu Perusahaan yang Menambah Beban
Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Asep Wahyuwijaya meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Asep Wahyuwijaya meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Pembenahan secara menyeluruh tersebut, termasuk memangkas beban operasional warisan masa lalu, seperti banyaknya anak dan cucu perusahaan yang keberadaannya, bukannya mendapatkan untung, tetapi malah berpotensi membebani perusahaan induknya.
“Kita semua paham kalau kondisi keuangan Garuda saat ini secara fundamental sedang tidak baik-baik saja. Saya kira manajemen Garuda pun mestinya harus sudah menyisir dimana saja beban operasional dan finansial itu terjadi. Beban operasional yang menggerus kondisi keuangan secara terus-menerus muncul jangan sampai dibiarkan. Jangan sampai menjadi benalu atau kanker. Lakukan amputasi dan potong saja jika hal itu ada," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Selasa, 23 September 2025.
Politisi Partai NasDem itu menuturkan, anak dan cucu perusahaan PT. Garuda Indonesia Tbk yang saat ini menjadi beban, harus segera 'dihilangkan'.
"Bubarkan saja anak cucu PT. Garuda Indonesia Tbk, yang menjadi beban anggaran, apalagi kalau menjadi beban hutang," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Kang AW ini juga menekankan perlunya transformasi tata kelola dan budaya kerja di tubuh PT. Garuda Indonesia Tbk.
“Maskapai Garuda Indonesia jangan sampai menyia-nyiakan perhatian banyak pihak dan kesempatan bisnis yang masih bisa dilakukan, agar salah satu Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) ini maju usahanya," sambungnya.
Menurut Kang AW, sapaan akrabnya. Maskapai Garuda Indonesia juga harus sigap dalam meresponn dan melakukan upaya transformasi di internal perusahaannya dengan sungguh-sungguh.
“Dengan perhatian yang hingga saat ini sudah diberikan banyak pihak, terutama pemerintah pusah kepada PT Garuda Indonesia Tbk. Sudah semestinya mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan memaksimalkan posisinya sebaik mungkin agar menjadi entitas usaha penerbangan milik bangsa yang dapat dibanggakan karena kalau bertolak belakang, saya khawatir jika Maskapai Garuda Indonesia nasibnya bisa jadi berakhir buruk," jelasnya.
Ia juga meminta, Maskapai Garuda Indonesia mengembangkan sektor penerbangan domestik hingga ke pelosok - pelosok, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
"PT Garuda Indonesia Tbk sebagai maskapai penerbangan nasional kebanggaan harus semakin kuat legitimasinya, jadi kenapa tidak lebih banyak hadir di pelosok? Ekspansi bisnis dengan memaksimalkan rute domestik ini harus sudah mulai dipikirkan dan dilakukan oleh mereka," pintanya. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana


