Viral Ustadzah Lombok Dinikahi Bule Asal Belgia, Begini Proses Penjemputan yang Sempat Menimbulkan Keraguan

Baru-baru ini telah viral di media sosial, seorang Ustadzah asal Lombok bernama Mauni Imran Ruslan (35) yang dinikahi Bule asal Belgia bernama Jawad Adrien Boosten (32), Kamis 16 Februari lalu.

Viral Ustadzah Lombok Dinikahi Bule Asal Belgia, Begini Proses Penjemputan yang Sempat Menimbulkan Keraguan

INLAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini telah viral di media sosial, seorang ustadzah asal Lombok bernama Mauni Imran Ruslan (35) yang dinikahi bule asal Belgia bernama Jawad Adrien Boosten (32), Kamis 16 Februari lalu.

Seperti diketahui dari media sosial yang beredar, bule asal Belgia itu rela menempuh perjalanan jauh menuju Lombok untuk menemui Mauni, untuk langsung menikahinya.

Mauni pun bercerita tentang bagaimana dia dan pihak keluarganya menjemput bule asal Belgia tersebut di Bandara. 

Dikutip laman YouTube Diki Jurnalis, Mauni mengaku sempat ragu Boosten benar-benar akan datang ke Lombok untuk menemui juga sekaligus menikahinya.

"Begini, kan tadi cincin sudah jadi, itu juga saya belum percaya seperti mimpi tapi dia mesan tiket, tiketnya seminggu lagi gitu sudah fix," ujar Mauni.

"Tapi saya juga masih belum percaya begitu, sehingga saya tidak ingin bercerita ke semua orang. Saya ingin menjemput dia pakai mobil saja, dan cukup empat orang, bapak saya, bapak saya, sama ade saya yang perempuan, karena saya khawatir nyampe sana tidak datang terus apa jadinya," jelas ustadzah itu.

Namun, ditengah keraguan dengan niatan awal tidak akan memberi tahu dulu sanak saudara. Ternyata, saudari perempuannya terlanjur menceritakan kabar tersebut sehingga banyak yang ikut menjemput.

"Tapi saudari saya tidak sabar, cerita ke semua orang, ini cincinnya ini tiketnya berarti orangnya sudah jelas, saya tidak ingin mengajak tapi pada mau ikut semua, ya sudah saya bilang," katanya.

"Pergilah kami ke bandara, pakai pickup, nyampe di bandara ni semua keluarga ikut. Kan ini arrival nya (pukul) 10.35 (waktu setempat), tapi kan lama di dalem," tambah Mauni.

Ia pun bercerita ketika di bandara, sanak saudara yang dia bawa tidak sabar menunggu, hingga setiap bule yang keluar dari bandara mereka kira yang tengah ditunggu Mauni.

"Ini yang jemput ini semua keluarga ga sabaran, mana ini mana, orang-orang banyak yang sudah keluar, tapi kan saya lagi komunikasi sama dia," paparnya.

"Ini tapi kan yang tidak sabaran ini kan sudah mau Dzuhur, pas keluar penumpang yang lain bule gitu ya, eh mungkin itu, eh itu sama anaknya ya gak mungkin lah," ujar Mauni.

"Nah keluar lagi bule yang lain ganteng, eh mungkin itu, ah engga lah, kata yang lain kan mengada-ada kan," kata dia.

Kemudian, Boosten pun akhirnya ke luar dan Mauni langsung menyadari. Ia pun langsung sujud syukur meluapkan kegembiraannya.

"Saya selow aja, maksudnya jauh saya gitu duduknya, ga dekat dengan pintu. Nah terakhir dia keluar nah keliatan dari jauh, disitu saya langsung masuk langsung sujud syukur," jelasnya.

Dalam sujud syukurnya, diikuti sana saudara yang ikut menangis haru mengetahui Boosten telah tiba.

"Yang lain, kan mereka tahu kalo saya masuk berarti dia orangnya, semua menangis luar biasa histeris, semua keluarga, saya sih sujud syukur menitikkan air mata berterima kasih kepada Allah," pungkasnya.***


Editor : Ahmad Sayuti