Viral Video Pasien Ditandu 500 Meter, 19 Tahun KBB Akses Jalan Masih Jadi PR

Akses jalan buruk, pasien di Cipatat sampai ditandu ke tempat ambulans terparkir dan videonya viral di Medsos

Viral Video Pasien Ditandu 500 Meter, 19 Tahun KBB Akses Jalan Masih Jadi PR
Warga tengah membawa pasien yang sakit dengan tandu darurat menuju tempat ambulan terpakir, di Kampung Cipicung, RT01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB, Senin kemarin. Aktivitas tersebut sempat direkam warga dan viral di media sosial.

INILAHKORAN.ID – Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang perempuan sakit diusung memakai tandu darurat dari bambu dan tali tambang di Cipatata, KBB mendadak viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi tepat saat Kabupaten Bandung Barat bersiap merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-19, sekaligus membuka kembali persoalan lama yang tak kunjung rampung, yakni terbatasnya akses jalan menuju permukiman warga di sejumlah wilayah pelosok.

Belakangan, peristiwa pilu itu terjadi di Kampung Cipicung, RT01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat.

Dalam rekaman itu terlihat sejumlah warga bergotong royong membawa Rina Fitri Yulianti (39) menyusuri jalan setapak. Pasien yang baru seminggu lalu menjalani operasi itu harus ditandu sejauh lebih dari 500 meter, lantaran kendaraan ambulans tidak bisa masuk hingga ke depan rumahnya akibat kondisi jalan yang tidak layak.

Ketua RW03, Setiawan membenarkan kejadian itu terjadi pada Senin pagi. Ia menyebut kondisi Rina mendadak memburuk setelah diduga jahitan pascaoperasinya terbuka kembali, sehingga butuh pertolongan segera ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Namun akses yang terputus memaksa warga mengandalkan tenaga sendiri, sehingga menjadi sebuah pengalaman yang sudah kerap dialami, bukan hanya kali ini saja.

“Betul, Senin kemarin harus digotong sampai tempat ambulans parkir. Jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Ini sudah sering terjadi, bahkan saat ada warga melahirkan pun harus ditandu seperti ini,” kata Setiawan, Rabu (17/6/2026).

Setiawan menuturkan, usulan pembukaan dan perbaikan jalan sudah disampaikan berkali-kali ke pihak berwenang. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata.

“Kami sudah minta agar jalan bisa dilalui mobil, tapi belum ada jawaban. Semoga viralnya ini menjadi perhatian serius,” katanya.


Editor : Ahmad Sayuti