Wabup dan Sekda Kabupaten Cirebon Absen Saat Pelantikan, Ada Apa?

Moment ketidakhadiran Wabup dan Sekda tersebut dipandang adanya ketidak harmonisan di tataran pejabat tinggi di Pemkab Cirebon.  Diduga ada keretakan diantara kedua pasangan kepala daerah yang diusung PDIP-NasDem berikut Sekdanya.

Wabup dan Sekda Kabupaten Cirebon Absen Saat Pelantikan,  Ada Apa?
Wabup dan Sekda Kabupaten Cirebon tidak hadir dalampelantikan pejabat Pemkab Cirebon menimbulkan tanda tanya besar di beberapa kalangan.

INILAHKORAN, Cirebon – Tidak hadirnya Wakil Bupati Cirebon dan sekda dalam pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 dilingkungan Pemkab Cirebon, mengundang tanda tanya besar.

Moment ketidakhadiran Wabup dan sekda tersebut dipandang adanya ketidak harmonisan di tataran pejabat tinggi di Pemkab Cirebon.  Diduga ada keretakan diantara kedua pasangan kepala daerah yang diusung PDIP-NasDem berikut Sekdanya.

Pengamat kebijakan publik Kabupaten Cirebon, Ade Riyaman, menilai ketidak hadiran Wabup dan sekda dalam momen pengambilan sumpah jabatan pejabat Pemkab Cirebon, menunjukan indikasi adanya kerenggangan diantara ketiganya.

Ade menilai, tanda-tanda ketidak harmonisan pucuk pimpinan itu terlihat dari beberapa indikasi yang mengemuka ke publik. Awalnya sdah dimulai saat proses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) pejabat. Saat itu,  Wakil Bupati dan sekda tidak dilibatkan sama sekali.

“Ini sangat disayangkan. Seharusnya Wabup dan sekda dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan strategis, apalagi menyangkut penunjukan pejabat. Bagaimana mau membangun daerah kalau pucuk pimpinan saja tidak pernah akur," ungkap Ade, Rabu 21 Mei 2025.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Arif Nurudin justru memberi penilaian lain. Dia tidak melihat ada keretakan diantara mereka. Semuanya masih terlihat kompak.

"Saya tidak melihat itu. Itu masih isu. Isu keretakan itu apakah bersumber dari yang bersangkutan atau dari mulut ke mulut. Tapi pemerintah kabupaten Cirebon saya lihat masih solid," ungkapnya.

Menurutnya agenda mutasi rotasi jabatan dilingkungan pemerintah daerah itu sebetulnya hal yang lumrah dalam rangka mendukung program Bupati.

Namun, terkait isu yang beredar jangan juga kemudian disikapi mendukung atau tidak. Bupati akunya, pasti punya pertimbangan. Fokusnya, yang terpenting kedepannya harus ada evaluasi dengan target kinerja yang sudah ada.

"Membangun sebuah tim itu memang harus melibatkan banyak orang. Kemudian bupati dan wakil bupati dan sekda diajak ngobrol secara bersama," katanya.

Arif kembali menegaskan, dirinya tidak melihat ada keretakan. Antara Bupati, wakil bupati dan sekda,  masih terlihat kompak. Selaku akademisi, Arif pun menyarankan agar proses pengambilan keputusan strategis dikembalikan ke aturan.

"Tinggal dikembalikan lagi ke aturan awal, itu kewenangan bupati. Saya masih melihat semuanya solid," tukasnya.

Sebelumnya, pada selasa kemarin Pemkab Cirebon menggelar rotasi mutasi pejabat eselon 3 dan 4.  Namun pelantikan tersebut tidak dihadiri wakil bupati dan sekda Cirebon.  ***


Editor : Ahmad Sayuti