Wabup Garut Akui Sulit Berantas Pungli di Kawasan Wisata Pantai: Khawatir Offside
Wabup Garut mengaku sulit untuk memberantas pungli di kawasan wisata Pantai Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini kawasan wisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terutama pantai Santolo dan Sayang Heulang, tengah jadi sorotan.
Sebelumnya viral beberapa video dari wisatawan yang mengeluhkan adanya pungutan liar di kawasan wisata pantai Santolo dan pantai Sayang Heulang.
Di mana tiket masuk pantai Sayang Heulang yang sebelumnya hanya Rp15.000, saat libur Lebaran Idulfitri dipatok dengan harga Rp45.000.
Akibatnya, banyak wisatawan yang protes dan mengeluh hingga membuat video viral agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan.
Melihat keluhan warganya, Dedi Mulyadi sentil pemerintah Kabupaten Garut untuk segera menangani masalah tersebut agar pungli tidak terjadi lagi.
Dan baru-baru ini, Wakil Bupati (Wabup) Garut, Putri Karlina, yang juga menantu Dedi Mulyadi, mengungkap bahwa dirinya sulit untuk memberantas pungli di kawasan wisata.
"Namun sekali lagi terbentur, kalau saya terlalu tegas di lapangan. Pertama saya bukan pemilik kebijakan utama, yang kedua saya khawatir akan menjadi gerakan yang offside yang justru akan menimbulkan keritik selanjutnya," jelas Putri.
Dia juga menambahkan bahwa dirinya mapu belum bisa mewujudkan visi dna misi dari mertuanya tersebut.
Di mana dirinya setuju dengan semua visi misi Gubernur Jawa Barat namun saat praktik ri lapangan sangat sulit untuk menerapkannya.***
Editor : Irma Nurfajri


