Wabup Helmi: DBD di Garut Belum KLB

Wabup Garut Helmi Budiman menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut belum termasuk dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Meskipun kasus serangan wabah penyakit akibat nyamuk ae

Wabup Helmi: DBD di Garut Belum KLB
INILAH, Garut – Wabup Garut Helmi Budiman menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut belum termasuk dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Meskipun kasus serangan wabah penyakit akibat nyamuk aedes aegepty ini sudah terjadi di sejumlah dan mengalami peningkatan signifikan.
 
"Belum KLB, masih biasa. Tetapi kita tetap harus waspada dengan adanya DBD ini," kata Helmi kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).
 
Dia menuturkan, serangan DBD di Garut terjadi hampir merata di setiap kecamatan. Banyaknya jumlah pasien dirawat di Puskesmas DTP Limbangan pun berasal dari tiga kecamatan berdekatan. Seperti halnya para pasien dirawat di Puskesmas DTP Tarogong, pasien umumnya baru suspect DBD sehingga perlu perawatan medis.
 
“Kalau se-Kabupaten Garut, jumlahnya belum diketahui. Saya yakinkan juga, tidak ada yang meninggal dunia akibat DBD,” tegasnya.
 
Helmi mengaku puas atas pelayanan kesehatan dari jajaran puskesmas yang sigap dan cepat merespons kejadian DBD. Guna mencegah berjangkitnya wabah penyakit itu, Helmi menghimbau masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan.
 
"Kita intruksikan agar dilakukan fogging pada setiap daerah rawan DBD," ucapnya.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, jumlah penderita DBD sebanyak 188 kasus tersebar di 17 wilayah kerja puskesmas dan tiga kasus lain dari luar Garut.
 
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Janna M Yajariawati, dari hasil pemantauan hingga 2 Februari 2019, jumlah penderita DBD di Garut mencapai sebanyak 172 orang (91,4%) telah sembuh, 16 orang masih dirawat (PKM Tarogong, Bayongbong, Selaawi, Cisurupan, dan PKM Cibatu),  dan 3 orang dirujuk ke RSU dr. Slamet Garut.
 
Jana mengatakan,  pihaknya telah melakukan investigasi kasus ke lapangan, serta melaksanakan penyebarluasan informasi melalui surat edaran Kepala Dinkes tentang pentingnya pencegahan DBD melalui PSN dan 3M.
 
Selain itu, melakukan pendistribusian dan pemberian larvasida serta memberikan penyuluhan pencegahan penyakit DBD pada masyarakat.
 
"Kami juga telah melakukan pemeriksaan, dan pengobatan penderita oleh fasyankes puskesmas dan melakukan pengasapan (fogging) di dua fokus wilayah kerja Puskesmas limbangan," ujarnya.
 
Selain nelakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor dengan pihak unsur pimpinan desa, dan kecamatan, pihaknya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga lingkungan tetap bersih dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus.
 
Ini Sebaran Kasus DBD d Garut
1. PKM Limbangan 47 kasus
 
2. PKM Cibiuk 8 kasus
 
3. PKM selaawi 30 kasus
 
4. PKM Leuwigoong 1 kasus
 
5. PKM Cibatu 30 kasus
 
7. PKM Bayongbong 6 kasus
 
8. PKM Cempaka 7 kasus
 
9. PKM Tarogong 11 kasus
 
10. PKM Sukasenang 9 kasus
 
11. PKM Cpanas 5 kasus
 
12. PKM Haurpanggung 11 kasus
 
13. PKM Bagendit 9 kasus
 
14. PKM Guntur 1 kasus
 
15. PKM Sukaraja 1 kasus
 
16. PKM Rancasalak 1 kasus
 
17. PKM Cisurupan 2 kasus
 
ditambah 3 kasus dari luar kabupaten Garut.


Editor : inilahkoran