Wacana Pemblokiran Roblox, DPR RI: Anak Harus Diajarkan Etika Digital
Roblox menjadi sorotan setelah adanya wacana pemblokiran, begini tanggapan dari anggota DPR.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan dukungannya terhadap langkah membatasi anak-anak bermain gim daring Roblox.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya membentuk pendidikan karakter dan etika digital sejak dini.
“Digitalisasi itu tidak bisa kita hindari, tapi harus diarahkan. Anak-anak harus diajari etika berteknologi, bukan hanya cara menggunakannya,” kata Fikri dikutip dari Antara, Jumat 8 Agustus 2025.
Fikri menegaskan, pembatasan platform seperti Roblox bukan berarti pemerintah bersikap anti-teknologi.
Sebaliknya, ini merupakan bentuk perlindungan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak.
Ia mencontohkan beberapa negara maju seperti Australia dan negara-negara Skandinavia yang sudah menerapkan pembatasan ketat terhadap penggunaan gawai dan media sosial pada anak-anak.
“Indonesia belum sampai pada tahap melarang total, tapi kita bisa mulai dari pelarangan platform yang dianggap tidak mendidik atau membahayakan mental anak, seperti Roblox,” ujarnya.
Menurut legislator asal Jawa Tengah ini, langkah tersebut adalah tindakan proaktif untuk mencegah dampak negatif digitalisasi, termasuk risiko paparan konten kekerasan maupun praktik judi daring yang bisa diakses melalui gim.
Ia menilai kebijakan ini menjadi terobosan penting dalam menyaring konten digital agar sesuai dengan karakter dan nilai pendidikan di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pembatasan Roblox bertujuan menghindarkan anak dari konten kekerasan yang berpotensi ditiru.
Selain itu, penggunaan gawai berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan, seperti kurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya emosi pada anak.
Editor : Firda Rachmawati

