Waduh, 83 Warga Kabupaten Cirebon Terkena Sifilis
Sepanjang tahun 2023 ini ada sekitar 83 orang yang terjangkit penyakit sifilis atau penyakit rajasinga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon merilis, sepanjang tahun 2023 ini ada sekitar 83 orang yang terjangkit penyakit sifilis atau penyakit rajasinga. Data tersebut, adalah data yang terdeteksi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah mengatakan, dari 83 kasus itu, sebanyak 20 kasus menimpa kelompok risiko lelaki seks lelaki (LSL). Lalu terjangkit juga pada 8 wanita pekerja seksual (WPS), 7 waria, dan 46 dari kelompok risiko lainnya.
"Kasus sifilis selalu terjadi setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2022 kami mencatat, kejadian infeksi menular seksual (IMS) itu menimpa kepada 120 orang. Kalau tahun lalu didominasi oleh ibu hamil. Sekarang, dominasi LSL,” kata Neneng, Minggu 16 Juli 2023.
Menurutnya, sifilis adalah menjadi salah satu penyakit yang menyerang cukup banyak masyarakat di Indonesia selama tahun 2022. Bahkan, penyakit ini juga menyerang anak-anak dan dampaknya bisa sangat berbahaya hingga menyebabkan kecacatan seumur hidup.
"sifilis atau yang biasa dikenal dengan raja singa adalah penyakit IMS yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum," ungkapnya.
Dia menyebutkan, penyakit ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh dan memiliki empat tahap perkembangan yang berbeda. sifilis dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan luka terbuka pada seseorang yang sudah terinfeksi.
sifilis lanjutnya, menimbulkan gejala yang bervariasi tergantung pada tahap infeksi. Pada tahap pertama, biasanya terbentuk luka terbuka pada lokasi infeksi yang disebut chancre. Chancre ini tidak menyakitkan dan sering terjadi di daerah kelamin, anus, atau mulut.
Sementara pada tahap kedua, ruam kulit yang tidak gatal dan terkadang bersisik dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki. Selain itu, penderitanya juga dapat mengalami demam, kelelahan, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
"Jika sifilis tidak diobati, penyakit ini dapat memasuki tahap laten di mana, tidak ada gejala yang muncul," ucapnya.
Namun tambahnya, bakteri tetap ada dalam tubuh dan dapat berlanjut ke tahap tertiary. Pada tahap ini, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ dalam seperti jantung, otak, pembuluh darah, tulang, dan sistem saraf. Komplikasi tahap tertiary ini dapat mengancam nyawa.
"Cara penularan sifilis biasanya melalui kontak langsung dengan luka terbuka pada seseorang yang sudah terinfeksi. Ada beberapa cara penularan sifilis antara lain hubungan seksual, kontak langsung dengan luka terbuka dan transmisi ibu ke janin," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

