Waduh! Ternyata Ini Penyebab Pasar Lembang Rutin Banjir Setiap Hujan Turun

Dinas Penataan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat lakukan normalisasi drainase pasar panorama Lembang

Waduh! Ternyata Ini Penyebab Pasar Lembang Rutin Banjir Setiap Hujan Turun
Dinas Penataan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan normalisasi perbaikan dan pembersihan saluran drainase di sepanjang jalan depan Pasar Panorama Lembang, sebagai antisipasi banjir di musim hujan.

INILAHKORAN,Ngamprah,- Dinas Penataan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan normalisasi dan membersihkan saluran drainase di sepanjang jalan depan Pasar Panorama Lembang usai mendapat intruksi dari Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi datangnya musim penghujan, mengingat selama ini kawasan di depan Pasar Panorama Lembang selalu tergenang banjir jika curah hujan tinggi dengan intensitas yang lama.

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Barat, Rahmat Adang Syafaat mengatakan, pihaknya telah diwanti-wanti untuk melakukan antisipasi bencana banjir saat memasuki musim hujan.

Baca Juga: Kerap Diisukan Dekat dengan Wanita, Ariel NOAH: Udah Terbiasa...

Rahmat Adang Syafaat menyebut, adapun daerah yang menjadi fokus normalisasi antara lain Lembang, Cisarua, Ngamprah, termasuk underpass Padalarang.

"Sekarang dibereskan dulu drainase di Lembang agar tidak ada banjir saat turun hujan," kata Rahmat

Ia mengaku, guna memudahkan pekerjaan tersebut, pihaknya menurunkan satu alat berat untuk melakukan pengerukan lumpur dan sampah.

"Gorong-gorong drainase setinggi 160 sentimeter kondisinya sudah tertutup lumpur dan sampah sehingga menyumbat aliran air," ujarnya.

Baca Juga: Korban Pinjol Ilegal Lembang Buka-bukaan, 'Kapok, Nggak Mau Lagi, Malu Saya....

Menurutnya, hal itu yang menjadi penyebab terjadinya banjir lantaran air tidak bisa mengalir sehingga meluber dan menggenangi jalan dengan ketinggian antara 30-50 sentimeter.

"Kondisi drainase terisi lumpur dan 90 persen-nya sampah. Makanya sampai hari ini sudah 74 kali truk bolak balik membuang hasil kerukan lumpur dan sampah ke daerah sekitar Cisarua," tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta kesadaran masyarakat di Lembang untuk tidak membuang sampah ke saluran air.

Baca Juga: Pelajaran dari Kisah Nabi: Jihad-jihad Rasulullah di Bumi Palestina

Kendati demikian, bagi warga yang tinggal di pinggir jalan dan pengguna jalan agar bisa memaklumi aktivitas mereka terganggu selama ada normalisasi drainase. Pasalnya, tahun depan pihaknya akan menata Lembang secara komprehensif dari drainase hingga penataan kawasan.

"Ini kan banyak gorong-gorong yang sudah lama tidak diperbaiki dan rusak sehingga menghambat aliran air. Makanya kita berkoordknasi dengan pemerintah provinsi karena jalannya merupakan jalan provinsi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Bandung Utara (Forbat) Suherman (60) mengatakan, banjir di kawasan Lembang khususnya di depan Pasar Panorama Lembang akibat alih fungsi lahan di hulu dan drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Kisah Asmara Wanda Nara: Tiga Bulan Tak 'Disentuh' Maxi Lopez, Mauro Icardi Datang Menggoda (Bagian 4)

Termasuk, sambung dia, karena adanya saluran air yang ditutup dan menjadi bangunan pertokoan di atas lahan carik desa, sehingga tidak ada buangan air.

"Pembuangan air dari hulu itu ada yang ke PPI dan Sesko AU, kemudian dari Jayagiri mengalir ke Panorama. Tapi karena saluran air penuh lumpur, sampah, dan ada yang ditutup akhirnya banjir di depan pasar tak terelakan, itu mulai terjadi sejak tahun 2007'an, sebelumnya tidak pernah," bebernya.***(Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran