Wakapolri Tinjau 2.000 Masyarakat Leuwiliang Divaksinasi

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono meninjau vaksinasi massal Covid-19.

Wakapolri Tinjau 2.000 Masyarakat Leuwiliang Divaksinasi
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono. (reza zurifwan)

INILAH, Leuwiliang - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono meninjau vaksinasi massal Covid-19 di sebuah lembaga pendidikan di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Pria kelahiran Kota Solok, Sumatra Barat Tahun 1965 lalu ini mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal yang digagas oleh aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia, yang berkolaborasi dengan TNI, Polri dan Pemerintah Daerah.

“Kolaborasi vaksinasi Covid-19 secara massal dengan target sasaran 2.000 jiwa ini sangat baik. Adik-adik kita dari Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Ini menunjukkan kepedulian kita semua bahwa wabah Covid-19 memang nyata ada dan penyebarannya harus kita putus. Kalau kita tidak segera memutus virus ini, tidak akan pernah selesai. Salah satu cara memutusnya yah dengan vaksinasi,” ungkapnya, akhir pekan ini.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan keterlibatan semua pihak dalam berbagai upaya penanganan Covid-19 diharapkan bisa  memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

“Tanpa ada keterlibatan semua elemen masyarakat tentunya kita tidak bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dulu di awal-awal kita lihat banyak orang yang tidak mau divaksin, masih banyak yang ragu, tapi sekarang antusias masyarakat untuk vaksin sangat tinggi. Ini semua berkat kerja keras kita semua, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aliansi mahasiswa beserta TNI, Polri dan pemerintah yang bersatu padu,” tambahnya.

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 1988 ini juga mengingatkan ketika kita yang sudah divaksinasi Covid-19, agar jangan merasa sudah aman dan tetap harus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

“Saya ingatkan bagi yang sudah divaksin pertama dan kedua jangan merasa aman, harus tetap menjaga Prokes Covid-19 dengan ketat. Tujuan vaksinasi adalah untuk membentuk  kekebalan komunitas dan bukan berarti yang sudah divaksin tidak akan terpapar, tetapi kalau sudah divaksin pada umumnya yang terpapar, dia tidak akan terlalu parah dan akan cepat sembuhnya," pungkasnya. (reza zurifwan)


Editor : suroprapanca