Wali Kota Depok Sebut KPUD Kurang Sosialisasi
Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13, tepatnya halaman Mushola An-Nur, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (17/04/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13, tepatnya halaman Mushola An-Nur, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (17/04/2019).
Idris datang bersama tiga orang anak dan istrinya. Setelah mencoblos sesuai dengan hati nuraninya, Idris mengakui masih banyak kekurangan-kekurangan yang terjadi selama masa persiapan penyelenggaraan Pemilu 2019.
Menurutnya Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok kurang memberikan sosialisasi kepada warga terkait mekanisme pencoblosan. "Sampai H-2 masih banyak ibu-ibu yang bertanya bagaimana cara mencoblosnya," kata Idris kepada wartawan di Depok, Rabu (17/04/2019).
Selain itu sosialisasi calon anggota legislatif di tingkat kota, provinsi, dan nasional pun masih dirasakan kurang menggema. "Memang yang menggaung selama ini kan hanya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, ya," lanjut Idris.
Meski demikian, dia mengaku senang karena tingkat partisipasi warga Kota Depok pada Pemilu 2019 meningkat cukup tajam jika dibandingkan dengan partisipasi mereka pada pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) tahun 2018 yang lalu.
"Sekarang angka partisipasinya 80% kalau Pilgub Jabar hanya 71 persen," ujarnya.
Dia berharap penyelenggaraan Pemilu berikutnya dapat lebih menyejahterakan para petugas pelaksananya karena berdasarkan apa yang dia ketahui tugas yang diemban tidak sebanding dengan honor yang didapatkan.
"Saya berharap nanti sosialisasinya lebih bagus dan juga personil penyelenggaranya lebih sejahtera," kata Idris. (Daulat Fajar)
Editor : Bsafaat

