Wali Kota Tegaskan APBD Perubahan 2025 Masih Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari prioritas pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari prioritas pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dedie mengungkapkan bahwa pelaksanaan APBD 2024 telah berjalan sesuai ketentuan dan proses yang berlaku, serta menunjukkan hasil positif dari segi pencapaian program-program prioritas.
"Alhamdulillah persetujuan penetapan perda pertanggungjawaban APBD 2024 sudah disetujui dan secara keseluruhan boleh dibilang sesuai dengan proses yang sudah dilaksanakan," ungkap Dedie kepada wartawan pada Kamis 24 Juli 2025 pagi.
Dedie menerangkan, perubahan APBD 2025 mencerminkan upaya Pemkot Bogor untuk tetap fokus pada sektor-sektor strategis, seperti pendidikan dan kesehatan, dengan tetap memperhatikan efisiensi belanja sesuai arahan pemerintah pusat.
"Pada tahun 2025 ini kami sampaikan bahwa rencana perubahan anggaran sudah mengakomodir sektor kehidupan lebih dari 27 persen. Itu bentuk komitmen Pemkot Bogor bahwa sektor pendidikan tetap menjadi perhatian kami," terangnya.
Dedie menjelaskan, komposisi Rancangan Perubahan APBD 2025 yang meliputi pendapatan daerah sebesar Rp3,2 triliun, belanja daerah sebesar Rp3,3 triliun, dan pembiayaan daerah sebesar Rp56 miliar. Dirinya menegaskan bahwa alokasi belanja untuk sektor pendidikan mencapai 22,55 persen dan sektor kesehatan 17,98 persen, melebihi ketentuan minimal yang diamanatkan peraturan perundang-undangan.
"Pada tahun 2024, sektor kesehatan dan pendidikan itu rata-rata diatas batas ketentuan ketetapan undang-undang, nilai totalnya hampir di atas Rp100 miliar rupiah. Jadi artinya memang di sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi perhatian serta kedepannya akan terus seperti itu," jelas Dedie.
Dedie memaparkan, selain itu, beberapa program strategis lainnya juga dianggarkan, seperti pengadaan tanah untuk penanganan longsor di kawasan Batutulis, pengembangan layanan angkutan massal, pembangunan command center, pemasangan CCTV dan penyediaan WiFi publik, serta kenaikan honor untuk RT/RW, LPM dan guru ngaji.
"Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga mengalokasikan dana cadangan untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dengan dukungan tambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat," paparnya.
Dedie juga menyinggung rencana efisiensi operasional di RSUD Kota Bogor untuk memastikan layanan kembali berjalan optimal.
"Kami sedang berupaya mencari solusi bagaimana RSUD kami bisa kembali berjalan dengan lancar dan efisien, tentunya ditengah efisiensi ini," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

