Warga Desa Cipeundeuy KBB Terancam Kekeringan Ekstrem, Gegara Pengeboran Sumur Artesis Serampangan!
Warga Desa Cipeundeuy KBB menolak keras pengeboran sumur artesis PT Pionirbeton Industri. Mereka khawatir terjadi kekeringan ekstrem.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ratusan Warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini dalam ancaman kekeringan ekstrem. Mereka menolak pengeboran sumur artesis PT Pionirbeton Industri.
Aktivitas pengeboran sumur artesis PT Pionirbetin Industri, dianggap Warga Desa Cipeundeuy KBB bisa menimbulkan kekeringan ekstrem lantaran dilakukan serampangan.
Tokoh Desa Cipeundeuy KBB, Toto Hardianto (65) menilai pengeboran sumur artesis PT Pionirbeton Industri dilakukan tak jauh dari pemukiman warga yang berada di kawasan industri Cimareme.
"Tentu akan berdampak kepada empat RT di RW 04, dan 200 KK lebih keberatan jika pengeboran artesis itu terus dilanjutkan," katanya.
Ia menyebut, warga RW04 tidak pernah memberikan persetujuan kepada PT. Pionirbeton Industri terkait aktivitas pembuatan artesis.
"Dari PT. Pionirbeton tidak ada izin lingkungan dulu. Masyarakat Kampung Cibacang RW04 tetap menolak ada aktivitas itu," sebutnya.
Ia menjelaskan, ada sejumlah poin masyarakat menolak aktivitas tersebut, salah satunya, pengeboran artesis yang dilakukan oleh PT. Pionirbeton tersebut untuk kepentingan produksi perusahaan.
Baca Juga: Kabar Terbaru dari Bogor, Wakil Bupati Iwan Setiawan Dilaporkan Terjangkit Covid 19
"Produksinya itu 24 jam, air warga yang akan terkena dampaknya," jelasnya.
Ia mengaku, pihaknya sangat keberatan dan merasa terganggu dengan aktivitas pengeboran artesis tersebut. Oleh karenanya, ia beserta perwakilan warga pun melaporkan kegiatan tersebut ke pemerintah desa, kecamatan dan Satpol PP.
"Kita membawa surat pernyataan yang berisikan keberatan warga, dengan tegas masyarakat meminta untuk segera menghentikan kegiatan," ujarnya.
"Kami sudah meminta pemerintah Desa, Kecamatan dan Satpol PP, ketiga intansi itu sudah melakukan sidak. Tapi pihak perusahaan tetap melanjutkan aktivitasnya," sambungnya.
Baca Juga: Gawat! Persib Kini Hanya Punya 13 Pemain, Sisanya Positif Terpapar Varian Omicron
Apabila PT. Pionirbeton tetap melanjutkan aktivitas tersebut, terang dia, khawatir warga terdampak kembali menggunakan air solokan di saluran irigasi yang melintas di kampung mereka untuk kebutuhan utama.
"Dulu pernah kekeringan akibat ada sumur bor artesis di dekat pemukiman, sejak ada itu warga memakai air irigasi untuk keperluan mereka. Kita tidak ingin itu terjadi kembali," tukasnya.
Sementara itu, Camat Padalarang, Dudi Supriadi menyebut, pada 28 Desember 2021 lalu, pihaknya sudah melakukan sidak ke lokasi aktivitas pengeboran artesis yang dilakukan oleh PT. Pionirbeton Industri.
"Kami sudah melakukan sidak, dan saya pun mediasi langsung antara masyarakat dan perusahaan. Saat ini kami sedang menunggu keputusan dari PT. Pionirbeton Industri," tandasnya. ***( agus satia negara).
Editor : inilahkoran


