Warga Kota Bandung Punya 6 Titik Aman Saat Bencana

Kota Bandung tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem, dengan menyiapkan titik kumpul evakuasi yang tersebar di berbagai lokasi.

Warga Kota Bandung Punya 6 Titik Aman Saat Bencana
Kota Bandung tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem, dengan menyiapkan titik kumpul evakuasi yang tersebar di berbagai lokasi.

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem, dengan menyiapkan titik kumpul evakuasi yang tersebar di berbagai lokasi.

Upaya itu, menjadi bagian dari strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan masyarakat memiliki ruang aman ketika bencana terjadi.

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2024 tentang Rencana Detail Tata Ruang, terdapat 35 titik kumpul yang ditetapkan sebagai lokasi evakuasi darurat.

Sementara itu, Perda RT/RW Nomor 5 Tahun 2022 juga mengatur enam lokasi utama yakni Tegalega, Lapangan Gasibu, Stadion GBLA, Sasana Ganesha, Alun-alun Kota Bandung dan SOR Arcamanik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala menjelaskan, pemenuhan sarana dan prasarana di titik kumpul masih berjalan.

“BPBD baru terbentuk, sehingga proses melengkapi fasilitas di titik kumpul sedang kami lakukan secara bertahap. Namun, komitmen kami adalah memastikan masyarakat memiliki tempat yang aman dan terorganisir saat terjadi bencana,” kata Amires Pahala, Selasa (7/4/2026).  

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Pihaknya senantiasa melaksanakan sosialisasi, edukasi dan pelatihan baik yang terprogram maupun atas permintaan masyarakat. Kesadaran masyarakat, menjadi kunci utama meminimalkan risiko.

Selain menyiapkan titik kumpul, BPBD juga aktif melayani permintaan edukasi dari sekolah, komunitas hingga kelompok masyarakat. Pelatihan simulasi evakuasi, dilakukan agar warga terbiasa dengan prosedur penyelamatan diri.

“Dengan latihan rutin, masyarakat tidak panik ketika bencana datang. Mereka tahu harus menuju ke titik kumpul yang sudah ditentukan,” ucapnya.  

Langkah tersebut, diharapkannya mampu membangun budaya kesiapsiagaan di Kota Bandung. "Dengan kombinasi regulasi tata ruang, penyiapan titik kumpul dan edukasi berkelanjutan. Kami menargetkan masyarakat semakin siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu," ujar dia.***


Editor : JakaPermana