Waspada, Ini 7 Alasan Tubuh Sering Lemas dan Mudah Lelah

Tubuh sering lemas bisa jadi tanda defisiensi nutrisi. Kenali 7 jenis kekurangan vitamin dan mineral yang paling umum terjadi serta cara mudah mengatasinya.

Waspada, Ini 7 Alasan Tubuh Sering Lemas dan Mudah Lelah
Waspada, Ini 7 Alasan Tubuh Sering Lemas dan Mudah Lelah

INILAHKORAN.ID - Kekurangan nutrisi (nutrient deficiency) terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan atau gagal menyerap jumlah nutrisi harian yang cukup dari makanan. 

Kondisi ini berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan daya tahan tubuh, gangguan fungsi otak, hingga penyakit kronis.

​Berdasarkan tinjauan medis Healthline, berikut adalah 7 jenis defisiensi nutrisi yang paling umum terjadi beserta gejalanya dan sumber makanan yang tepat untuk memenuhinya.

​1. Kekurangan Zat Besi (Iron Deficiency)

​Zat besi adalah mineral esensial yang berfungsi mengikat hemoglobin dan mendistribusikan oksigen ke seluruh sel tubuh. Defisiensi zat besi merupakan salah satu yang paling sering ditemukan secara global.

​Siapa yang paling berisiko: Wanita usia produktif (akibat menstruasi), ibu hamil, anak-anak, dan orang yang menerapkan pola makan vegan/vegetaris.

​Gejala: Anemia, tubuh terasa lemas, letih, pucat, dan penurunan daya ingat.

​Sumber Makanan: Daging merah, hati sapi, kerang, bayam, biji labu, dan kacang-kacangan.

​2. Kekurangan Yodium (Iodine Deficiency)

​Yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh, pertumbuhan, serta perkembangan otak.

​Gejala: Pembesaran kelenjar tiroid (gondok), peningkatan berat badan tanpa sebab, sering merasa kedinginan, serta penurunan konsentrasi.

​Sumber Makanan: Garam beryodium, rumput laut, ikan laut, produk susu, dan telur.

​3. Kekurangan Vitamin D

​Dikenal sebagai "vitamin sinar matahari", vitamin D berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan membantu penyerapan kalsium untuk kesehatan tulang.

​Gejala: Tulang kerap terasa nyeri, otot melemah, rambut rontok, hingga risiko terjangkit osteoporosis atau patah tulang.

​Sumber Makanan: Sinar matahari pagi (paparan langsung pada kulit), ikan salmon, kuning telur, minyak hati ikan kod, dan produk yang diperkaya vitamin D.

​4. Kekurangan Vitamin B12

​Vitamin B12 diperlukan dalam pembentukan sel darah merah, sintesis DNA, serta menjaga fungsi sistem saraf tetap optimal.

​Siapa yang paling berisiko: Lansia dan vegetaris/vegan (karena vitamin B12 secara alami didominasi oleh makanan bersumber hewani).

​Gejala: Anemia megaloblastik, sering kesemutan pada tangan atau kaki, mudah lupa, dan lelah berkepanjangan.

​Sumber Makanan: Daging sapi, ikan, susu, keju, telur, dan produk hewani lainnya.

​5. Kekurangan Kalsium

​Kalsium berperan vital dalam membangun kesehatan struktur tulang dan gigi, mendukung kinerja otot, serta transmisi sinyal saraf.

​Gejala: Otot sering kram, kuku rapuh, penurunan kepadatan tulang (osteoporosis), dan masalah pada gigi.

​Sumber Makanan: Susu, keju, yogurt, olahan kedelai (tahu/tempe), almond, dan sayuran hijau.

​6. Kekurangan Vitamin A

​Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, jaringan kulit, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.

​Gejala: Pandangan kabur saat malam hari (rabun dekat/rabun senja), mata kering, kulit bersisik, serta tubuh rentan terserang infeksi.

​Sumber Makanan: Hati ayam/sapi, wortel, ubi jalar, pepaya, dan sayuran berwarna kuning atau oranye.

​7. Kekurangan Magnesium

​Magnesium terlibat dalam ratusan reaksi kimia di dalam tubuh, termasuk mengatur tekanan darah, kadar gula darah, dan kerja sistem saraf.

​Gejala: Kram atau kejang otot, migrain, gelisah, detak jantung tidak teratur, serta susah tidur.

​Sumber Makanan: Cokelat hitam (dark chocolate), kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan gandum utuh.


Editor : Firda Rachmawati