Waspada, Karawang Kerap Dilanda Bencana dari Angin Ribut-Banjir

INILAH, Purwakarta - Kabupaten Karawang sampai saat masih menjadi daerah yang kerap dilanda bencana alam tahunan, terutama bencana banjir akibat luapan sungai.

Waspada, Karawang Kerap Dilanda Bencana dari Angin Ribut-Banjir
Ilustrasi

INILAH, Purwakarta - Kabupaten Karawang sampai saat masih menjadi daerah yang kerap dilanda bencana alam tahunan, terutama bencana banjir akibat luapan sungai. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang membenarkan, jika bencana banjir selama ini menjadi langganan, apalagi di kala musim penghujan tiba. 

Mengingat, selain kontur tanah di wilayah ini yang merupakan hamparan luas serta dataran rendah, banjir ini pun disebabkan meluapnya beberapa sungai besar yang melintasi daerah tersebut.

Namun demikian, selain bencana banjir ada bencana lain yang diwaspadai lagi oleh BPBD. Yaitu, hembusan angin kencang (puting beliung), kebakaran, dan juga bencana tanah longsor.

Kekhawatiran BPBD Karawang itu, ternyata terjadi. Selama tiga bulan terakhir, wilayahnya telah dilanda empat kasus bencana alam tersebut. 

Adapun bencana alam yang melanda wilayah ini didominasi oleh angin ribut. Bahkan, sejak awal tahun bencana angin ribut itu, terjadi sampai 22 kali. Selanjutnya, disusul oleh kebakaran dengan jumlah 16 kejadian.

"Yang paling mendominasi itu, dua bencana. Yakni, angin ribut dan kebakaran. Kalau tanah longsor dan banjir, masing-masing hanya terjadi tiga kali selama tiga bulan terakhir ini," ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Karawang Supriyatna, Jumat (22/3/2019).

Dia menjelaskan, bencana angin ribut ini terjadi di sejumlah kecamatan yang ada. Berdasarkan laporan, angin ribut ini terjadi ketika hujan turun. Kemudian, angin kencang datang dan menerjang apa saja yang ada di depannya.

Dampak dari angin ribut ini, rumah warga menjadi rusak. Serta, banyaknya pepohonan yang tumbang. Namun, sampai saat ini akibat kejadian bencana itu, belum mengakibatkan korban jiwa. 

Adapun kejadian angin ribut yang terbaru, lanjut Supriyatna, yakni terjadi pada Jumat (15/3) lalu. Angin ribut ini, telah merusak 22 rumah yang ada di Perum Kosambi, Desa Duren, Kecamatan Klari. 

"Memasuki musim hujan ini, kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada. Terutama, saat hujan turun," pungkasnya.


Editor : inilahkoran