Waspadai Penipuan Online, BJB Gencar Edukasi Masyarakat Terkait Layanan Digital

Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB Widi Hartoto mengatakan, perkembangan layanan digital di sektor kehidupan mendapat respons positif.

Waspadai Penipuan Online, BJB Gencar Edukasi Masyarakat Terkait Layanan Digital
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penipuan online. BJB gencar mengedukasi masyarakat terkait layanan digital.

INILAHKORAN, Bandung - Pemimpin Divisi Corporate Secretary PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Widi Hartoto mengatakan, perkembangan layanan digital di semua sektor kehidupan mendapat respons positif dari masyarakat.

Tak terkecuali inovasi layanan perbankan yang kini berlomba menawarkan sejumlah fitur online bagi nasabah. Dia menyebutkan, inovasi layanan digital BJB itu untuk memudahkan transaksi keuangan sekaligus meningkatkan brand perusahaan perbankan tersebut.

"Namun demikian, masyarakat mesti waspada terhadap kemungkinan penyalahgunaan sistem online yang mudah terjadi di era digitalisasi perbankan dewasa ini," kata Widi, belum lama ini.

Baca Juga: Direktur Utama Bank Bjb Yuddy Renaldi Dinobatkan sebagai Top Regional Banker 2021

Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan nasabah agar terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan BJB. Pertama, pastikan informasi yang diperoleh terkait BJB berasal dari kanal komunikasi resmi perusahaan.

Dia menyebutkan, selain call center BJB Call 14049, channel komunikasi resmi BJB antara lain:
- email resmi untuk informasi dan pengaduan nasabah BJB yakni [email protected]
- akun media sosial resmi BJB yakni Instagram @bankbjb, Twitter @infobankbjb, dan Facebook bank bjb. Akun media sosial bank bjb Official adalah akun verified yang bercentang biru.
- website resmi BJB https://www.bankbjb.co.id

Kedua, nasabah juga diimbau untuk tidak pernah memberikan informasi data rahasia kepada siapapun. Hal tersebut meliputi Nomor PIN (Personal Identification Number), User ID, Kode OTP (One Time Password), User ID, Kode Akses dan informasi juga nomor, Card Verification Value (CVV), hingga tanggal kadaluarsa (expire date) kartu kepada pihak manapun. Pihak BJB tidak pernah meminta informasi data tersebut melalui sarana media elektronik yang tidak aman.

Baca Juga: bank bjb dan IPB University Sepakati Kerja Sama Layanan Perbankan

Widi mencontohkan, di antara penyalahgunaan sistem online yang marak menyerang dunia perbankan yakni phising dan skimming. Phising merupakan aksi penipuan yang dilakukan pihak tertentu. Lewat upaya mencuri informasi rahasia seorang nasabah, dengan mengincar user-id, PIN, OTP, data kartu kredit dan informasi sensitif lainnya.

"Modus mereka bisa dengan membuat situs palsu yang memiliki tampilan mirip dengan situs resmi bank," ujar Widi.

Phising juga dikerjakan dengan pura-pura mengaku petugas bank/institusi tertentu. Kemudian meminta data nasabah (username dan password atau user id dan lainnya) dengan modus yang mengaku sebagai call center BJB untuk menelepon nasabah, dan kemudian melancarkan aksi penipuan.

Widi mengungkapkan, pengamanan terhadap aksi phising bisa ditempuh di antaranya melalui menjaga kerahasiaan data pribadi.

Baca Juga: Komitmen bank bjb Wujudkan Kesejahteraan Desa Lewat Desa Digital 2.0

"Tidak sembarangan membuka email dan link email yang tidak jelas pengirimnya. Atau bisa dengan rutin mengubah password secara berkala, dengan memakai password kombinasi huruf, angka dan karakter," paparnya.

Kewaspadaan nasabah, sambung Widi, juga mesti ditingkatkan atas skimming. Yaitu metode membaca data magnetik yang terdapat pada kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.

"Modus lainnya yang sering terjadi adalah skimming data lewat pengintipan data nasabah di mesin ATM, melalui kamera tersembunyi yang dipasang pelaku," ujarnya.

Baca Juga: Waspada Penipuan, Ini Nomor Call Center Resmi bank bjb

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi skimming yakni, mengutamakan menuggunakan ATM BJB, mengganti PIN ATM secara berkala. Menutup tombol pinpad dengan tangan saat anda memasukkan PIN ATM.

"Penting diingat pula, jangan sampai mudah memberikan PIN ATM kepada pihak lain, yang mengaku sebagai petugas bank," tutur Widi.

Sejauh ini, BJB telah berupaya memberikan informasi dan wawasan guna meningkatkan kewaspadaan nasabah atas setiap penipuan online.

"Tentu saja layanan digital telah memudahkan masyarakat dalam mengakses setiap produk dan program perbankan yang ada. Namun begitu, kehati-hatian dalam setiap aktivitas transaksi mutlak dijalankan demi keamanan bersama," pesannya. (*)


Editor : inilahkoran