WNI Terjerat Penipuan Daring di Kamboja, Dubes RI Ingatkan Jangan Tergiur Gaji Besar

13 WNI yang ditangkap otoritas setempat di Provinsi Mondulkiri pada Rabu (3/9). Mereka diduga terlibat dalam aktivitas penipuan daring.

WNI Terjerat Penipuan Daring di Kamboja, Dubes RI Ingatkan Jangan Tergiur Gaji Besar
WNI Terjerat Penipuan Daring di Kamboja, Dubes RI Ingatkan Jangan Tergiur Gaji Besar

INILAHKORAN - Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, kembali mengingatkan Warga Negara Indonesia (WNI) agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi di Kamboja. Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya kasus penipuan daring yang menyeret banyak WNI di negara tersebut.

Melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh , Santo mengungkapkan imbauan itu saat bertemu dengan 13 WNI yang ditangkap otoritas setempat di Provinsi Mondulkiri pada Rabu (3/9). Mereka diduga terlibat dalam aktivitas penipuan daring.

WNI diimbau untuk tidak mudah percaya pada janji gaji besar. Pengalaman para WNI yang terjerat kasus di Kamboja ini diharapkan bisa menjadi pelajaran dan disampaikan kepada keluarga, teman, maupun komunitas di Indonesia agar tidak terjerumus dalam permasalahan serupa,” ujar Santo dalam keterangan resmi KBRI Phnom Penh.

Ratusan WNI Terjerat penipuan daring di Kamboja

Kasus ini merupakan bagian dari operasi besar-besaran pemerintah Kamboja untuk menindak sindikat penipuan daring. Ratusan WNI dilaporkan ikut terjaring dalam penggerebekan yang dilakukan di berbagai provinsi.

Saat ini, 13 WNI asal Indonesia tersebut masih menjalani proses keimigrasian sebelum dipulangkan ke tanah air. KBRI Phnom Penh memastikan bahwa kondisi mereka baik dan telah diberikan bantuan makanan serta obat-obatan.

Dukungan dari Kepolisian Kamboja

Pada hari yang sama, Dubes Santo juga bertemu dengan Kepala Kepolisian Provinsi Mondulkiri, Mayor Jenderal Lor Sokha. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pihak kepolisian dalam menindaklanjuti permintaan KBRI untuk mengamankan para WNI.

“Kami memohon dukungan Pemerintah Kamboja agar proses deportasi WNI dapat dilakukan dengan cepat,” kata Santo.

Menanggapi hal itu, Mayjen Lor Sokha menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga keamanan provinsi Mondulkiri, baik bagi warga lokal maupun warga asing.

Ribuan Kasus Konsuler, Mayoritas Terkait penipuan daring

Data otoritas Kamboja mencatat jumlah WNI di negara tersebut terus meningkat, bahkan mencapai lebih dari 131 ribu orang pada akhir 2024.

KBRI Phnom Penh melaporkan sepanjang 2024 pihaknya menangani 3.310 kasus konsuler yang melibatkan WNI. Namun, dari Januari hingga Juli 2025 saja, jumlahnya hampir melampaui tahun sebelumnya, yakni sebanyak 3.256 kasus. Yang mengkhawatirkan, sekitar 83 persen kasus tersebut berkaitan dengan penipuan daring.


Editor : Firda Rachmawati