Wow, Kementan Siapkan Rp27 Miliar bagi Petani Cirebon

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan menganggarkan Rp27 miliar untuk membantu masyarakat Cirebon berupa benih serta bibit.

Wow, Kementan Siapkan Rp27 Miliar bagi Petani Cirebon

INILAH, Cirebon,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan menganggarkan Rp27 miliar untuk membantu masyarakat Cirebon berupa benih serta bibit.

"Khusus Cirebon kita akan berikan bantuan bibit kelapa, kopi, mangga dan kami minta tambah dua kali lipat dari pada jatahnya. Bantuan hari ini  kita bawa Rp27 miliar," kata Amran di Cirebon, Kamis (28/3/2019).

Menurutnya untuk di Cirebon tidak hanya dibantu bibit kopi dan kelapa saja, namun juga diberikan bibit pohon mangga Gedong Gincu yang merupakan mangga khas Cirebon.
Dan mangga itu lanjut Amran sudah mendunia, karena diekspor ke berbagai negara, untuk itu pihaknya juga akan menambah dua kali lipat bantuan ke Cirebon. "Mangga Cirebon sangat digemari orang Indonesia bahkan sudah ekspor yaitu mangga Gedong Gincu," lanjutnya.

Selain mangga kata Amran, pihaknya juga memberikan bantuan kepada keluarga miskin berupa ayam kampung, di mana per keluarga mendapatkan 50 ekor.

Bantuan tersebut ujar Amran, merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan, karena nantinya setelah enam bulan dirawat, maka bisa menghasilkan Rp3-4 juta per bulan. "Ayam ada 340 ribu ekor dan itu kita berikan kepada masyarakat yang berada digaris kemiskinan, yaitu 50 ekor per rumah. InsyaAllah selama enam bulan kemudian bebas dari kemiskinan, karena pendapatan dari ayam bisa Rp3-4 juta per bulan," tuturnya.

Amran mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan juga target presiden untuk mengembalikan kejayaan pangan yang sudah lama hilang.

Untuk itu Kementerian Pertanian selama dua tahun ini telah menganggarkan Rp5,5 triliun untuk menyebar luaskan bibit ke seluruh Indonesia. "Kita mulai tanam bibit, sebar bibit. Kita anggarkan kurang lebih Rp5,5 triliun selama dua tahun, total kami akan sebar kurang lebih 30 juta batang seluruh Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman juga menegaskan, Presiden sudah menginstruksikan bahwa harga gabah di tingkat petani terendah sebesar Rp4.070 per kilogram.
"Harga gabah tidak boleh di bawah Rp4.070 itu perintah presiden," kata Amran di Cirebon, Kamis, saat menghadiri acara apresiasi dan sinkronisasi program Kementerian Pertanian Tahun 2019.

Amran meminta para petani tidak menjual gabahnya di bawah Rp4.070 per kilogram dan nantinya Kementerian Pertanian juga akan melakukan komunikasi dengan Bulog.

Ia mengatakan jika gabah itu dijual hanya Rp3.400 per kilogram, maka sangat tidak menguntungkan para petani sehingga pemerintah akan intervensi. "Harga Rp4.070 itu minimal, nanti diatur dengan Bulog, karena Bulog mempunyai 'dryer' (alat pengering padi)," ujarnya.

Semantara Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sutatang mengatakan pada musim panen kali ini harga gabah petani sangat rendah, karena mencapai Rp3.400 per kilogram. "Padahal pada musim panen tahun lalu gabah kita dijual sampai Rp5.000 per kilogramnya," katanya.

Dengan adanya patokan dari pemerintah sebesar Rp4.070, menurut Tatang, belum bisa menutup ongkos produksi para petani. Saat ini kalau dihitung biaya produksi bisa mencapai Rp30 juta per hektare.

Sedangkan pemerintah hanya menetapkan harga gabah Rp4.070 per kilogram, tentu itu tidak bisa membuat petani menutupi ongkos produksi. "Minimal itu harga Rp5.000 per kilogram, karena petani bisa mendapatkan keuntungan," ujarnya.(*)


Editor : inilahkoran