Wow! Masterplan Geopark Rajamandala Bakal Segera Disusun, Ini Empat Lokasinya

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menyusun masterplan cetak biru Geopark Rajamandala.

Wow! Masterplan Geopark Rajamandala Bakal Segera Disusun, Ini Empat Lokasinya
Geopark Rajamandala

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menyusun masterplan cetak biru Geopark Rajamandala.

Rencananya, cetak biru tersebut akan disusun akhir tahun 2021 mendatang sebagai persyaratan untuk diajukan ke tingkat nasional.

Kepala Disparbud KBB Heri Partomo membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku, terkait pengembangan Geopark Rajamandala memang betul sedang disiapkan Pemda Bandung Barat, khususnya Disparbud.

"Saat ini kami tengah melakukan pengkajian yang dilakukan pihak ketiga guna menyusun masterplan kawasan Geopark Rajamandala," katanya.

Baca Juga: Hore... Disparbud KBB Beri Dispensasi Wisata Lokal Bisa Buka, Ini Alasannya

Ia berharap, penyusunan masterplan tersebut bisa rampung pada Desember 2021 dan saat laporan, pendahuluan sudah bisa disampaikan.

"Kemarin juga sudah diperoleh apa saja yang kita harapkan, kemudian dari temen-temen stakeholder di lapangan juga apa yang harus disediakan atau terkait kajian Geopark Rajamandala ini," bebernya.

Jadi, lanjut dia, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan kajian juga terkait Geoheritage di kawasan Goa Pawon atau Gunung Masigit dan itu sudah selesai.

Selanjutnya, Geoheritage itu ditindak lanjut dengan kajian kawasan Geopark Rajamandala yang meliputi 4 (empat) kecamatan, antara lain Kecamatan Padalarang, Kecamatan Cipatat, Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Saguling.

Baca Juga: UNESCO Akui 17 Objek Wisata Belitung sebagai Geopark Dunia

"Kenapa ada empat kecamatan kita masukan, karena berdasarkan pengamatan atau pengetahuan kita, empat kecamatan inilah yang merupakan bagian dari kawasan Bandung Purba," terangnya.

Ia menuturkan, di kawasan Goa Pawon sudah jelas ditemukan situs manusia purba, bahkan beberapa waktu lalu sempat muncul informasi terkait temuan tulang-belulang gajah di kawasan Saguling.

"Kemudian pada saat saya melakukan pengecekan ke kawasan Cukang Rahong, ternyata di situ juga merupakan satu kawasan Geopark juga kalau dilihat," tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Mulai Kaji Pembangunan Geopark di Gunung Galunggung

Pasalnya, di kawasan tersebut merupakan aliran Sungai Bandung Purba, makanya pihaknya menetapkan kawasan Geopark di empat kecamatan tersebut.

"Kajian ini kita harapkan nantinya bisa melihat kawasan mana saja yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi penunjang kawasan Geopark Rajamandala untuk menjadi tujuan wisata," tuturnya.

Dengan demikian, kata dia, akan ada inventarisir terkait daerah mana saja yang sudah berkembang menjadi tempat wisata.

"Selain itu, kita juga bisa melihat aset pemerintah desa (pemdes) yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi penunjang pariwisata," tandasnya.***(agus satia negara)


Editor : inilahkoran