Yana Mulyana Minta Polisi Tindak Tegas Oknum Penjaja Tato Temporary di Asia Afrika

plt Wali Kota Bandung meminta polisi menindak tegas oknum penjaja tato temporary di Asia Afrika Kota Bandung yang melakukan penganiayaan.

Yana Mulyana Minta Polisi Tindak Tegas Oknum Penjaja Tato Temporary di Asia Afrika
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta polisi menindak tegas oknum penjaja tato temporari yang melakukan penganiayaan kepada warga.

 

INILAHKORAN, Bandung – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta, aparat kepolisian menindak tegas penganiayaan yang dilakukan oknum penjaja tato temporary di Asia Afrika, Kota Bandung.

Yana Mulyana mengaku geram dengan oknum penjaja tato temporary di Asia Afrika yang seenaknya melakukan penganiayaan. Bahkan, pelaku menaikkan harga jasanya tanpa kesepakatan dengan konsumen.  

"Ya dengan ada informasi kaya gini, saya minta teman-teman kewilayahan dan Satpol PP untuk mengawasi. Mudah-mudahan bisa dibantu TNI-Polri yang kemarin melakukan pengamanan di Nataru bersama-sama menjaga Kota Bandung tetap aman dan nyaman," kata Yana Mulyana pada Rabu 5 Januari 2022.

Baca Juga: Lakukan Penganiayaan Kepada Warga, Penjaja Tato Temporary di Asia Afrika Diburu Polisi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dituturkan Yana berencana membuat pos untuk pengawasan sekaligus memudahkan warga yang mendapatkan masalah agar dapat segera melapor. Pihaknya juga berharap, aparat segera mengusut tuntas masalah tersebut.

"Intinya kita tetap menjaga. Mudah-mudahan bisa tetap aman nyaman buat siapapun warga yang melakukan aktivitas itu. Kita berharap aparat keamanan mengusut kejadian itu," ucapnya.

Yana menyebut, Satpol PP Kota Bandung aktif melakukan pemantauan. Namun seringkali terdapat waktu-waktu yang tidak terawasi disebabkan pengawasan dilakukan secara bergerak.

Baca Juga: Satpo PP Akui Kecolongan Penjaja Tato Temporary Aniaya Warga

Dirinya memastikan kawasan wisata Asia Afrika merupakan zona merah bagi para pedagang untuk berjualan. Yana pun menambahkan, seringkali para pembuat tato membawa peralatan yang bisa dibawa sehingga sulit untuk diawasi.

"Hati-hati warga, kan kita juga agak sulit mengawasi orang. Bawa tas, dia bawa alat-alat berbuat gak baik kita gak tahu," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran