Yang Mengajarkan Manusia Lewat Pena
INI pelajaran tafsir dari lima ayat yang jadi wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INI pelajaran tafsir dari lima ayat yang jadi wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Setelah itu, Allah memerintahkan,
"Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah." Disebutkan bahwa Allah memiliki sifat pemurah yang luas dan karunianya yang besar kepada makhluk-Nya.
Al-akram sendiri bermakna memberi tanpa meminta atau menunggu balasan. Disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-Adawi dalam At-Tashil li Tawil At-Tanzil Tafsir Juz Amma, 2:428.
Di antara bentuk karunia Allah kepada manusiakata Syaikh As-Sadi rahimahullahadalah Dia mengajarkan ilmu kepada manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya,
"Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
Mengajarkan ilmu dengan qalam meliputi tiga hal: (1) memikirkan, (2) mengajarkan lafal Al-Quran, (3) mengajarkan cara menulisnya. Lihat At-Tashil li Tawil At-Tanzil Tafsir Juz Amma, 2:430.
Kata Syaikh As-Sadi rahimahullah, "Manusia dikeluarkan dari perut ibunya ketika lahir tidak mengetahui apa-apa. Lalu Allah menjadikan baginya penglihatan dan pendengaran serta hati sebagai jalan untuk mendapatkan ilmu." (Tafsir As-Sadi, hlm. 976).
Allah mengajarkan kepada manusia Al-Quran dan mengajarkan kepadanya hikmah, yaitu ilmu. Allah mengajarkannya dengan qalam (pena) yang bisa membuat ilmunya semakin lekat. Allah pun mengutus Rasul supaya bisa menjelaskan kepada mereka. Alhamdulillah, atas berbagai nikmat ini yang sulit dibalas dan disyukuri.
[baca lanjutan]
Editor : JakaPermana

