Yusfitriadi Akui Satu Frekuensi dengan Sastra Winara, Gagal Bayar Kontraktor Lantaran Salah Hitung

Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi sepakat dengan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara terkait gagal bayar proyek sejumlah proyek insfrastruktur 2025 kemarin karena salah hitung.

Yusfitriadi Akui Satu Frekuensi dengan Sastra Winara, Gagal Bayar Kontraktor Lantaran Salah Hitung
Yusfitriadi menyebutkan, salah hitung tersebut terjadi karena perencanaan yang kurang matang. Ujungnya, pemerintah gagal bayar ke kontraktor. Bahkan, diduga ada yang main-main dalam proses penganggarannya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi sepakat dengan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara terkait gagal bayar proyek sejumlah proyek insfrastruktur 2025 kemarin karena salah hitung.

Yusfitriadi menyebutkan, salah hitung tersebut terjadi karena perencanaan yang kurang matang. Ujungnya, pemerintah gagal bayar ke kontraktor. Bahkan, diduga ada yang main-main dalam proses penganggarannya.

"Saya melihat gagal bayar proyek sejumlah proyek insfrastruktur di tahun anggaran 2025 itu karena salah hitung dan perencanaan yang tidak matang karena uang di APBD tidak cukup untuk membayar para penyedia jasa atau kontraktor," kata Yusfitriadi kepada wartawan, Kamis 22 Januari 2026.

Ia berharap, mekanisme penyusunan anggaran dievaluasi atau diperbaiki hingga kejadian gagal bayar tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

"Penyusunan anggaran harus dikalkulasi, diteliti dan dihitung secara matang, hingga tidak terjadi defisit di APBD Kabupaten Bogor," harapnya. 

Ia menuturkan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seharusnya bisa duduk bareng agar bisa melunasi pembayaran kepada sejumlah penyedia jasa atau kontraktor. 

"Gagal bayar ini masalah bersama dan harus dicari solusinya, agar utang ke kontraktor bisa segera dibayar," tuturnya. 


Editor : Doni Ramdhani