10 Ribu Al-Quran Untuk Masjid Terdampak Banjir
Banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek di awal tahun 2020 masih menyisakan duka bagi para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 60 orang tewas, sekitar 180 ribu warga mengungsi dan ribuan rumah rusak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta-- Banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek di awal tahun 2020 masih menyisakan duka bagi para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 60 orang tewas, sekitar 180 ribu warga mengungsi dan ribuan rumah rusak.
Selain itu, ratusan masjid, musala dan pesantren juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir serta longsor di daerah. Masjid dan musala kini sudah bisa digunakan untuk salat. Namun, puluhan ribu al-quran hilang dan rusak. Sebagian terendam lumpur dan tak bisa dibaca lagi.
Beruntung banyak relawan yang turun tangan membantu penanganan korban banjir, termasuk relawan Askar Kauny. Direktur Program Askar Kauny, Hilal Achmad menyatakan, di fase tanggap darurat, ia dan tim relawan Askar Kauny membantu melakukan evakuasi dan pemberian makanan siap saji, obat obatan, kebutuhan bayi dan kebutuhan mendesak pengungsi lainnya. Selain itu, relawan Askar Kauny juga membantu membersihkan rumah warga serta masjid dan musola yang terdampak banjir. "Dari sana kami temukan fakta ternyata sajadah dan al-quran banyak sekali yang rusak atau hilang terbawa banjir," jelas Hilal.
Selain memberikan bantuan makanan dan logistik bagi korban bencana, Askar Kauny juga menggalang bantuan penyediaan al-quran dan sajadah bagi masjid atau musala terdampak banjir. "Kami berharap banyak masyarakat yang segera kembali ke masjid dan beribadah dengan tenang. Targetnya 10 ribu al-quran yang akan kami siapkan," imbuh Hilal.
Tak berhenti di sana. Hilal menjelaskan, Askar Kauny juga menyediakan trauma healing bagi korban banjir, terutama anak-anak dengan menyiapkan guru ngaji yang akan mengajar para korban banjir. Dengan belajar al-quran, diharapkan trauma anak-anak bisa segera pulih. "Dari pengalaman kami di berbagai wilayah bencana, metode belajar al-quran dengan cara menyenangkan yang kami terapkan, membuat anak-anak segera pulih dari trauma pasca-bencana," jelas Hilal.
Bagi para donatur yang ingin berpartisipasi dalam penyediaan al-quran bagi korban banjir, bisa melihat kampanye penggalangan 10 ribu al-quran yang terendam banjir di website kitabisa.com dengan klik https://kitabisa.com/campaign/gantialquranrusak dan bisa mengikuti petunjuk yang ada.
Editor : Bsafaat


