10 Tahun Lagi, TPA Galuga Ditargetkan Berubah Jadi Pusat Ekonomi Baru
TPA Galuga Bogor ditargetkan terurai dalam 7-10 tahun melalui PSEL dan pengolahan sampah. Kawasan ini berpeluang menjadi CBD baru Bogor Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, ditargetkan tak lagi identik dengan timbunan sampah dalam 7 hingga 10 tahun mendatang.
Melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (PSEL), pemerintah menargetkan timbunan sampah di kawasan tersebut berangsur terurai. Pengolahan sampah juga diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran terhadap udara, tanah, dan air.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga menggandeng TNI untuk membangun fasilitas pengolahan sampah modern lainnya. Teknologi tersebut nantinya mengolah sampah menjadi bahan baku minyak, termasuk BBM jenis solar.
Sementara itu, PT Weiming Nusantara Bogor New Energy akan membangun fasilitas PSEL dengan nilai investasi sekitar 160 juta dolar AS atau setara Rp2,5 triliun. Adapun pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi BBM jenis solar melalui teknologi pirolisis membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, dalam 7 hingga 10 tahun ke depan, timbunan sampah di TPA Galuga yang berada di lahan puluhan hektare ditargetkan terurai dan kawasan tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara produktif.
"Insya Allah 7 hingga 10 tahun kedepan, tumpukan sampah di TPA Galuga yang ada di puluhan hektare akan terurai dan lahannya kembali menjadi produktif," tutur Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis (18/9/2026).
Menurut Rudy, pemulihan lingkungan di kawasan bekas TPA tidak akan berlangsung singkat. Terlebih, pemulihan kualitas air bersih diperkirakan membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Namun, setelah proses pengolahan dan pemulihan berjalan, kawasan TPA Galuga dan sekitarnya diharapkan menjadi lahan produktif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bogor Barat.
"Nanti lahan TPA Galuga dan sekitarnya bisa menjadi lahan produktif, investasi akan masuk dan masyarakat Bogor Barat akan menikmatinya, namun ini butuh kerja keras kita bersama dan beriringan," tambah Rudy.
TPA Galuga Ditargetkan Jadi CBD Baru
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan, perubahan fungsi kawasan TPA Galuga dalam jangka panjang juga berpotensi mendorong terbentuknya pusat ekonomi baru.
Menurut dia, berdasarkan perencanaan kota, kawasan Galuga dan sekitarnya dalam 10 hingga 20 tahun mendatang berpeluang berkembang menjadi Central Business District (CBD) atau pusat kegiatan ekonomi baru.
Perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi lahan yang selama ini kurang diminati akibat persoalan polusi.
"Harga tanah yang kini memiliki nilai jual ratusan ribu permeter dan kurang diminati oleh masyarakat karena adanya polusi, kedepan, harganya bisa melonjak ke jutaan rupiah permeter," ujar Teuku.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi pengolahan sampah dan pengendalian dampak lingkungan dapat membuka peluang pemanfaatan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan ekonomi.
"10 tahun hingga 20 tahun kedepan, sesuai perencanaan kota maka di Kecamatan Galuga dan sekitarnya bisa tumbuh CBD atau pusat ekonomi baru, mungkin dengan adanya teknologi kedap udara dan lainnya, maka disana akan atau bisa dibangun mall maupun hotel," jelas Teuku Mulya.
Editor : Ahmad Sayuti

